Keragaman interpretasi makna dalam Al-Qur’an merupakan konsekuensi linguistik dari karakter bahasa Arab yang bersifat polisemik, kontekstual, dan berlapis secara semantik. Penelitian ini mengkaji problem kebahasaan yang muncul dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Yahudi, khususnya dalam kaitannya dengan potensi lahirnya sikap anti semitis akibat penyempitan atau generalisasi makna. Melalui metode studi pustaka terhadap jurnal nasional lima tahun terakhir, penelitian ini menemukan bahwa perbedaan penggunaan istilah seperti al-Yahūd, Banī Isrā’īl, dan al-ladzīna hādū memiliki implikasi penting terhadap pemahaman teologis dan historis pembaca kontemporer. Ketidaktepatan dalam memahami variasi makna istilah tersebut berpotensi menimbulkan bias penafsiran, termasuk kecenderungan stereotip dan penilaian normatif yang tidak proporsional terhadap komunitas Yahudi. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem anti semitis dalam interpretasi ayat-ayat terkait Yahudi sering dipengaruhi oleh ambiguitas leksikal, keterbatasan pemahaman konteks sejarah pewahyuan, serta perbedaan paradigma antara tafsir klasik dan tafsir kontemporer. Oleh karena itu, pendekatan linguistik yang cermat dan pembacaan historis yang komprehensif menjadi prasyarat penting untuk menghasilkan pemahaman Al-Qur’an yang adil, kontekstual, dan bebas dari bias penafsiran.
Copyrights © 2026