Digitalisasi studi Islam di era Society 5.0 merupakan langkah penting dalam mengadaptasi pendidikan Islam dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi digital. Integrasi platform pembelajaran daring (LMS), media interaktif berbasis multimedia, dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan fleksibilitas, efisiensi, dan interaktivitas dalam proses pembelajaran, memungkinkan peserta didik mengakses pengetahuan Islam secara lebih luas. Transformasi digital ini tidak hanya mempermudah penyebaran literatur keislaman, tetapi juga memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam diskusi global dan mengeksplorasi berbagai perspektif dalam ajaran Islam. Namun, implementasi digitalisasi menghadapi beberapa tantangan, seperti ketimpangan infrastruktur digital antara daerah perkotaan dan terpencil, rendahnya literasi digital di kalangan pengajar, serta perlunya peningkatan standar etika dan keamanan informasi. Meskipun demikian, digitalisasi memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman pendidikan dengan menjadikan studi Islam lebih aksesibel, inklusif, dan menarik. Transformasi ini mendukung pengembangan generasi yang cerdas digital, beretika, dan memiliki pengetahuan, siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Copyrights © 2025