ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang belum secara optimal mengembangkan literasi sains berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kondisi ini juga ditemukan pada sekolah dasar di Kabupaten Langkat, ditandai dengan keterbatasan pemahaman guru terhadap model pembelajaran inovatif dan minimnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan mengimplementasikan model pembelajaran inkuiri berbasis proyek sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran IPA yang berorientasi HOTS. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif melalui tahapan analisis kebutuhan, diseminasi model, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 76 guru SD/MI di Kabupaten Langkat yang berasal dari sekolah negeri dan swasta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85,5% guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap model inkuiri berbasis proyek, 77,6% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri dengan kategori sangat valid, dan keterlaksanaan pembelajaran di kelas mencapai 83,4% dengan kategori baik. Selain itu, sikap dan respons guru terhadap kegiatan berada pada kategori sangat baik. Hasil ini menegaskan bahwa model inkuiri berbasis proyek efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA serta memperkuat literasi sains berbasis HOTS di sekolah dasar. Kata Kunci: Inkuiri Berbasis Project, HOTS, Literasi Sains, IPA
Copyrights © 2025