Banyak individu yang sebenarnya memiliki keluhan kesehatan ringan namun tidak memahami penyebabnya. Dengan pendekatan dialogis, pendamping dapat menggali informasi mengenai pola hidup, kebiasaan makan, atau aktivitas harian yang dapat memicu keluhan tersebut. Banyak kelompok yang belum memiliki akses memadai terhadap layanan kesehatan dasar, sehingga pemeriksaan rutin sering terabaikan. Kondisi ini menyebabkan berbagai penyakit tidak terdeteksi sejak dini dan berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi. Upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dibutuhkan sebagai bagian dari strategi pencegahan. Pemeriksaan kesehatan dasar menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh seseorang secara objektif. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) karena pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Metode ini dipilih agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan dalam membangun kesadaran dan kemandirian dalam menjaga kesehatan. Program dilaksanakan di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Hasil pelaksanaan program pendampingan kesehatan di Desa Pucanglaban menunjukkan bahwa masyarakat memiliki antusiasme tinggi dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar dan sesi edukasi gaya hidup sehat, terlihat dari tingginya jumlah peserta yang hadir hingga melebihi target awal. Temuan ini menjadi dasar bahwa masyarakat memerlukan pemahaman lebih dalam mengenai pengelolaan kesehatan sehari-hari.
Copyrights © 2025