Penelitian evaluatif ini bertujuan untuk menelaah secara kritis implementasi media digital dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya dalam kaitannya dengan regulasi motivasi belajar intrinsik siswa. Evaluasi dilakukan dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup Persepsi Kegunaan dan kemudahan penggunaan, dengan Self-Determination Theory (SDT) untuk mengkaji pemenuhan kebutuhan kompetensi dan otonomi sebagai prediktor regulasi intrinsik. Data dikumpulkan melalui survei cross-sectional terhadap 270 siswa dari sembilan SMP negeri di Kecamatan Banjarsari. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kegunaan media digital berada pada kategori tinggi (M = 5.89) dan terbukti berpengaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan kompetensi siswa (β = 0.45; p 0.01). Sebaliknya, Persepsi Kemudahan Penggunaan, meskipun berada pada kategori tinggi-sedang (M = 5.12), tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan otonomi siswa (β = 0.10; p 0.05). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara fungsi teknis media digital dan pengalaman otonomi belajar siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas integrasi media digital dalam PJOK tidak hanya ditentukan oleh kegunaannya, tetapi sangat bergantung pada sejauh mana desain dan implementasinya mampu mendukung rasa kendali dan kemandirian siswa. Temuan ini menjadi dasar evaluatif penting bagi pengembangan media digital PJOK yang lebih berorientasi pada kualitas motivasi intrinsik.
Copyrights © 2025