Penelitian ini mengkaji daya subversif lagu-lagu dalam album Gelap Gempita karya Band Sukatani dengan menggunakan model Studi Wacana Kritis (SWK) Teun A. van Dijk untuk mengungkap struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro dalam lirik yang bekerja membangun kritik sosial tajam terhadap institusi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-interpretatif dengan data lirik tiga lagu yang dinilai paling representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu-lagu tersebut menyampaikan kritik tajam melalui repetisi, kelugasan sintaksis, dan ketajaman leksikal menjadi strategi utama dalam menyampaikan kritik. Pada level superstruktur, pola verse–chorus digunakan sebagai mekanisme pengorganisasian wacana yang menegaskan kritik secara tepat dan tegas. Sementara itu, struktur makro menampilkan tema besar tentang korupsi sistemik, ketidakadilan hukum, dan pembangunan eksploitatif yang membentuk representasi realitas sosial kelas bawah. Secara praktis, temuan ini berkontribusi pada pembelajaran bahasa dengan menunjukkan fakta bahwa pilihan diksi dan organisasi wacana dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan analisis dan berpikir kritis terhadap sebuah wacana.
Copyrights © 2026