Articles
PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM WACANA POLITIK: STUDI REPRESENTASI BAHASA SEBAGAI SISTEM MAKNA SOSIAL DAN POLITIK
Santoso, Anang
Diksi Vol. 15 No. 2: DIKSI JULI 2008
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/diksi.v15i2.6609
The grammar of the Indonesian language is greatly made use of inpolitical discourse and especially after the era of the Old Order. Via grammaticalforms, the political elite fights for its power and ideology, both explicitly andimplicitly, causing an unbalanced political communication. A research study thisarticle is about was conducted to (1) describe and interpret the utilization ofgrammaticality in political discourse and (2) clarify why certain grammaticalforms are paid special attention while others are not.The study applied a critical qualitative approach with a "critical discourseanalysis" design from Fairclough (1989: 1995). In this perspective, no textproduced by the political elite is neutral from political interest. Discourse is asocial construction and results from social-historical and political conditions.There is no discourse which is a social vacuum. Discourse is a social creationreflecting the interests of certain social groups.The research results indicate that (1) each group of the Indonesianpolitical elite uses transitivity with material meaning, agent nominalization, thepassive voice, and the negative form to show its power and hide its ideologicalposition, (2) each assumes the role of information provider, shows its authority inthe presence of the other groups and the Indonesian society, and asserts its powerby choosing to use the personal pronouns we and I, (3) it makes considerable use ofmodality expressing authority, and (4) there are institutional and cultural processesexplaining why certain grammatical forms are paid special attention while othersare not.Keywords: grammaticality, political discourse
VOCABULARY OPTIONS OF POWER EXPERIENTIAL VALUE OF BUGIS FEMALE TEACHER IN INDONESIAN LANGUAGE SUBJECT
Asri Ismail;
Anang Santoso;
Sunoto Sunoto
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.186 KB)
|
DOI: 10.17977/um006v2i12018p054
This article reviews the vocabulary options in the experiential values of Bugis female teachers in teaching Indonesian language in the classroom. In this research, teacher's speech in teaching is seen as a verbal interaction that becomes the estuary of authorization. These authorities power are traced through the vocabulary choices seen in the experiential value. In the text, the discourse analysis model used Norman Fariclough model, the vocabulary. Vocabulary choice seen from the experiential value found convincing, domination, and control vocabularies. The results found that the resistance of Bugis female teachers in class discourse was a dissatisfaction form of the patriarchal tradition prevailing in society.
THE CONSTRUCTION OF CULTURAL EDUCATION IN TETRALOGY OF LASKAR PELANGI NOVEL
Hasan Suaedi;
Anang Santoso;
Wahyudi Siswanto;
Yuni Pratiwi
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.23 KB)
A culture needs to be constructed to the members of the community with the aim to inherit a culture, instilling cultural values, and forming good behavior. In order to reveal the construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel, then a critical discourse analysis study is used. The construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel was constructed by three figures, namely the knowledgeable, religious, and government figures. In addition, the method of constructing cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel uses three methods; they are beliefs, customs, and arts.
PEMBELAJARAN GAYA BAHASA (BASA RINENGGA) PADA SISWA KELAS VIII
Lusi Ari Agustin;
Anang Santoso
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.462 KB)
|
DOI: 10.17977/um007v1i12017p072
Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran basa rinengga terkait komponen RPP, (2) mendeskripsikan interaksi siswa dan guru yang terdiri atas kegiatan: awal, inti, dan penutup, (3) mendeskripsikan penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan wacana kelas. Hasil penelitian adalah (1) RPP dirancang sesuai komponen (2) pelaksanaan kegiatan awal meliputi apersepsi, presensi, dan motivasi; kegiatan inti mencakup pendekatan saintifik; kegiatan penutup berupa refleksi, (3) penilaian sikap, berupa observasi; penilaian keterampilanberupa unjuk kerja; dan penilaian pengetahuanberupa ulangan harian dan tanya jawab.
Modalitas sebagai fitur lingual praktik kuasa dalam komunitas pedofilia
Antok Risaldi;
Anang Santoso;
Moch. Syahri
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17682
Kemunculan modalitas sebagai fitur lingual yang menunjukkan praktik kuasa pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia terhadap proposisi yang mereka tuturkan atau sikap terhadap pendengar. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan praktik kuasa pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia melalui modalitas. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah analisis wacana kritis. Data penelitian ini berupa kata yang diperoleh selama observasi netnografi online partisipan di komunitas pedofilia. Data yang diperoleh selama observasi netnografi online didokumentasikan dalam bentuk pengarsipan digital dan dicatat dalam bentuk field note untuk dianalisis. Analisis modalitas dalam penelitian ini menggunakan model dimensi analisis wacana kritis (AWK) Fairclough berupa deksripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunitas pedofilia terdapat praktik kuasa yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dengan menggunakan kata kerja modal linguistik. Temuan dari penelitian ini adanya modalitas sebagai fitur lingual praktik kuasa yang meliputi (1) nilai relasional modalitas yang ditandai dengan menggunakan modal mungkin, akan, dan bisa, dan (2) nilai ekspresif modalitas diungkapkan dengan menggunakan modal harus. Simpulan penelitian ini dari analisis kritis terhadap nilai relasional modalitas dan nilai ekspresif modalitas terdapat praktik kuasa sebagai konstruksi realitas sosial dari komunitas pedofilia.
TRAINING AND MENTORING OF SCIENTIFIC WRITING BASED ON CORPUS LINGUISTICS
Febri Taufiqurrahman;
Martutik Martutik;
Didin Widyartono;
Anang Santoso;
Novi Eka Susilowati;
Cicik Tri Jayanti;
Suparno Suparno;
Abdul Syukur Ibrahim
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 3, No 2 (2020): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/dedikasi.v3i2.5337
Al-Hikam Student Islamic Boarding School is founded by KH. A. Hasyim Muzadi in Malang City. This Islamic boarding school has been built with the aim of realizing the integrity of science and religion as a whole. With this educational model, it is hoped that there will be no scientific dichotomy so that religious beliefs have a scientific-rational basis and science is always protected by religious values. In the current era of the industrial revolution 4.0, the students who graduated from Islamic boarding schools are expected to be able to produce scientific works with their ability of religious knowledge. However, in reality, the abilities and interests of the students are very low. By writing scientific works based on the language corpus, the students can express their ideas and ideas in writing more easily. Therefore, this service is carried out to prepare students to be able to write scientific papers properly and correctly. Training is not enough, there should be an assistance so that the students get direct experience on how to write scientific papers. Selected articles are recommended for submission to national or international journals
Pelatihan Pembuatan Konten Video Pembelajaran Daring Di MI Al-Falaah Banaran Kota Kediri
Febri Taufiqurrahman;
Didin Widyartono;
Anang Santoso;
Suparno Suparno;
Abdul Syukur Ibrahim
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 5, No 1 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/dedikasi.v5i1.6787
Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan di era revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek pembelajaran. Setiap lembaga pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Setiap pendidik harus mengubah metode pembelajaran lama yang konvensional dengan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi digital. Apalagi ketika di masa pandemi seperti ini, metode pembelajaran yang harus digunakan adalah metode pembelajaran daring (online). MI Al Falaah Kota Kediri merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama yang beralamatkan di Jalan Masjid Timur No. 449a Kelurahan Banaran Pesantren Kota Kediri. Adapun lokasi MI Al Falaah Kota Kediri terletak pada geografis yang sangat cocok untuk proses belajar mengajar yang terletak di tengah pemukiman penduduk. MI ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat di lihat dari tata letak ruang belajar yang agak jauh dari jalan raya sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum yang melintasi jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman. Namun demikian, berdasarkan survei dan pengamatan, MI Al-Falaah Kota Kediri memiliki kekurangan yaitu a. masih banyaknya guru yang menggunakan metode pembelajaran lama; b.masih banyaknya guru yang belum bisa mengoperasikan IT; dan c. kurangnya alat peraga dan media pembelajaran. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat FS UM bermaksud untuk mengadakan program kegiatan “Pelatihan Pembuatan Konten Video Pembelajaran Daring di MI Al-Falaah Banaran Kota Kediri”. Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar para guru dapat membuat video pembelajaran daring secara mandiri sehingga para siswa dapat mencerap pelajaran dengan baik dan maksimal, terutama di era pandemi seperti ini..
MELIHAT SASTRA ANAK DUNIA SEBAGAI ALAT PERJUANGAN IDEOLOGI
Anang Santoso
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 23 No 2 (2022): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/semiotika.v7i2.31470
From a critical perspective, children's literature is considered a public discourse. It is a collection of ideas championed in the public sphere about something happening or being discussed that forms a particular point of view. Children's literature often becomes a tool of ideological struggle. The authors, primarily adults, consciously or unconsciously, tend to impose certain ideologies on young readers. So, children's literature is constantly exposed to a specific ideology. Researching children's literature is essentially revealing the ideology championed by the author. In this qualitative study, data were collected from research on children's literature which was utilized as a means of struggle or the cultivation of certain ideologies. The results show that there are at least seven world children's literature groups that are used as a tool for ideological struggle: (1) naturalizing the ideology of racial domination, (2) naturalizing heroic stories, (3) debating controversial historical stories in the past, (4) fighting for environmental ideologies, (5) comparing competing state ideologies, (6) forming ideological criticism, and (7) naturalizing critical perspectives and awareness.
Universal Grammar Dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Kedua
Anang Santoso;
Sainee Tamphu;
Febri Taufiqurrahman
Basastra Vol 11, No 3 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bss.v11i3.40429
Setiap penelitian tentang pembelajaran dan pengajaran bahasa kedua atau bahasa asing biasanya akan mengacu pada konsep Universal Grammar berdasarkan pendekatan pakar linguistik yang ditemukan oleh Noam Chomsky. Pemikiran ini didasarkan pada asumsi bahwa seorang anak dapat memperoleh bahasa ibunya, karena pengetahuan bawaannya. Universal Grammar diterapkan untuk menjelaskan proses belajar bahasa pertama dan kemudian dikembangkan sehubungan dengan teori-teori lain sehingga menjadi pendekatan baru untuk mempelajari bahasa kedua. Penelitian ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana konsep Universal Grammar dapat diterapkan pada pembelajaran dan pengajaran bahasa kedua dengan tujuan untuk memperluas perspektif pada semua kemungkinan penerapannya pada pembelajaran dan pengajaran bahasa asing.
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif)
Lailatul Fitriah fitri;
Anang Santoso;
Febri Taufiqurrahman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2126
Proses pembentukan bahasa gaul generasi Z di social media diperoleh pemendekan kata, singkatan dan kata yang dipelesetkan sehingga sangat menarik jika dikaji dari sisi fonologi generatif. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses fonologi generatif yang ada pada bahasa gaul generasi Z di sosial media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata gaul generasi Z yang digunakan di sosial media tiktok, Instagram, dan tweetter. Teknik pengumpulan data melalui simak, catat, dan pengklasifikasian perubahan bunyi sesuai dengan kaidah fonologi generatif. Analisis data secara fonologi generatif dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menyebutkan, Proses fonologi generatif pada bahasa gaul generasi Z terdapat proses asimilasi yaitu lesapnya bunyi konsonantal [h] dan coronal [t] serta pelesapan bunyi vokal. Terdapat proses disimilasi yaitu bunyi nasal [n] dan coronal [r] tetap jelas dan tidak terpengaruh oleh bunyi vokal dan konsonan yang ada di dekatnya. Terdapat penguatan bunyi dan penyisipan bunyi vocal [ə,i] diantara dua konsonan dan penyisipan bunyi continuant [y] diantara diftong. Terdapat penggantian bunyi continuan [y] dan penghilangan nasal [n] karena dipengaruhi oleh bunyi vokal dan konsonan di dekatnya. Terdapat pemanjangan bunyi vokal, pemendekan bunyi vokal. Ditemukan penambahan segmen bunyi vokal pada kata yang berasal dari proses penyingkatan kata, dan tidak ditemukan melemahnya bunyi.