p-Index From 2021 - 2026
7.913
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) DIKSI Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra English Review: Journal of English Education KEMBARA Sawwa: Jurnal Studi Gender Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Semiotika Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Journal on Education Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Hasta Wiyata Linguistik Indonesia Jurnal Pendidikan Edutama Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Widyaparwa Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Aksara Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PAEDAGOGIE Aksara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya El Midad: Jurnal Jurusan PGMI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM WACANA POLITIK: STUDI REPRESENTASI BAHASA SEBAGAI SISTEM MAKNA SOSIAL DAN POLITIK Santoso, Anang
Diksi Vol. 15 No. 2: DIKSI JULI 2008
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v15i2.6609

Abstract

The grammar of the Indonesian language is greatly made use of inpolitical discourse and especially after the era of the Old Order. Via grammaticalforms, the political elite fights for its power and ideology, both explicitly andimplicitly, causing an unbalanced political communication. A research study thisarticle is about was conducted to (1) describe and interpret the utilization ofgrammaticality in political discourse and (2) clarify why certain grammaticalforms are paid special attention while others are not.The study applied a critical qualitative approach with a "critical discourseanalysis" design from Fairclough (1989: 1995). In this perspective, no textproduced by the political elite is neutral from political interest. Discourse is asocial construction and results from social-historical and political conditions.There is no discourse which is a social vacuum. Discourse is a social creationreflecting the interests of certain social groups.The research results indicate that (1) each group of the Indonesianpolitical elite uses transitivity with material meaning, agent nominalization, thepassive voice, and the negative form to show its power and hide its ideologicalposition, (2) each assumes the role of information provider, shows its authority inthe presence of the other groups and the Indonesian society, and asserts its powerby choosing to use the personal pronouns we and I, (3) it makes considerable use ofmodality expressing authority, and (4) there are institutional and cultural processesexplaining why certain grammatical forms are paid special attention while othersare not.Keywords: grammaticality, political discourse
VOCABULARY OPTIONS OF POWER EXPERIENTIAL VALUE OF BUGIS FEMALE TEACHER IN INDONESIAN LANGUAGE SUBJECT Asri Ismail; Anang Santoso; Sunoto Sunoto
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.186 KB) | DOI: 10.17977/um006v2i12018p054

Abstract

This article reviews the vocabulary options in the experiential values of Bugis female teachers in teaching Indonesian language in the classroom. In this research, teacher's speech in teaching is seen as a verbal interaction that becomes the estuary of authorization. These authorities power are traced through the vocabulary choices seen in the experiential value. In the text, the discourse analysis model used Norman Fariclough model, the vocabulary. Vocabulary choice seen from the experiential value found convincing, domination, and control vocabularies. The results found that the resistance of Bugis female teachers in class discourse was a dissatisfaction form of the patriarchal tradition prevailing in society.
THE CONSTRUCTION OF CULTURAL EDUCATION IN TETRALOGY OF LASKAR PELANGI NOVEL Hasan Suaedi; Anang Santoso; Wahyudi Siswanto; Yuni Pratiwi
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.23 KB)

Abstract

A culture needs to be constructed to the members of the community with the aim to inherit a culture, instilling cultural values, and forming good behavior. In order to reveal the construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel, then a critical discourse analysis study is used. The construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel was constructed by three figures, namely the knowledgeable, religious, and government figures. In addition, the method of constructing cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel uses three methods; they are beliefs, customs, and arts.
PEMBELAJARAN GAYA BAHASA (BASA RINENGGA) PADA SISWA KELAS VIII Lusi Ari Agustin; Anang Santoso
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.462 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i12017p072

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran basa rinengga terkait komponen RPP, (2) mendeskripsikan interaksi siswa dan guru yang terdiri atas kegiatan: awal, inti, dan penutup, (3) mendeskripsikan penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan wacana kelas. Hasil penelitian adalah (1) RPP dirancang sesuai komponen (2) pelaksanaan kegiatan awal meliputi apersepsi, presensi, dan motivasi; kegiatan inti mencakup pendekatan saintifik; kegiatan penutup berupa refleksi, (3) penilaian sikap, berupa observasi; penilaian keterampilanberupa unjuk kerja; dan penilaian pengetahuanberupa ulangan harian dan tanya jawab.
Modalitas sebagai fitur lingual praktik kuasa dalam komunitas pedofilia Antok Risaldi; Anang Santoso; Moch. Syahri
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17682

Abstract

Kemunculan modalitas sebagai fitur lingual yang menunjukkan praktik kuasa pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia terhadap proposisi yang mereka tuturkan atau sikap terhadap pendengar. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan praktik kuasa pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia melalui modalitas. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah analisis wacana kritis. Data penelitian ini berupa kata yang diperoleh selama observasi netnografi online partisipan di komunitas pedofilia. Data yang diperoleh selama observasi netnografi online didokumentasikan dalam bentuk pengarsipan digital dan dicatat dalam bentuk field note untuk dianalisis. Analisis modalitas dalam penelitian ini menggunakan model dimensi analisis wacana kritis (AWK) Fairclough berupa deksripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunitas pedofilia terdapat praktik kuasa yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dengan menggunakan kata kerja modal linguistik. Temuan dari penelitian ini adanya modalitas sebagai fitur lingual praktik kuasa yang meliputi (1) nilai relasional modalitas yang ditandai dengan menggunakan modal mungkin, akan, dan bisa, dan (2) nilai ekspresif modalitas diungkapkan dengan menggunakan modal harus. Simpulan penelitian ini dari analisis kritis terhadap nilai relasional modalitas dan nilai ekspresif modalitas terdapat praktik kuasa sebagai konstruksi realitas sosial dari komunitas pedofilia.
Pendidikan karakter kerja sama dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar pada kurikulum 2013 Silvy Dwi Yulianti; Ery Tri Djatmika; Anang Santoso
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.027 KB)

Abstract

This research aims to describe the character education cooperation that occurred in the learning curriculum of elementary school students in 2013. The study was conducted by literature studies and preliminary study in four schools in the city of Malang in order to adjust the results of the study of literature with the circumstances that happened at school. The review of the literature it is known that the character of cooperation can improve the ability to interact and confidence of students. However, in practice found any constraint from outside and within the educational environment. Constraints on the outside in the form of social changes that change the values, norms, culture becomes a free nation, while the constraints thatcome from within the education environment includes mind-set, education policy and curriculum. This is consistent with the results of a preliminary study in which the implementation of character education curriculum in 2013 is still oriented on the ability of students' knowledge, attitudes and skills while the ability is still not integrated in acomprehensive manner.Keywords: Character education, Collaboration, Curriculum 2013 http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i12016p033
STUDI WACANA KRITIS, PENGAJARAN BAHASA INDONESIA, DAN PERSPEKTIF EMANSIPASI Anang Santoso
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.873 KB)

Abstract

The characteristics of language use during this global era include: the instability of language, the prominence of language hybrid, discourse commodification and tecnologized discourse. Language has shown its role as the determinant factor for hegemony in which the Indonesian language teachers should consider. The teaching of Indonesian language should be developed based on critical discourse analysis. Consequently, the learners of Indonesian language might have awareness on language sensitivity on the basis of emancipation perspectives
LANGUAGE EXPRESSIONS IN CONSTRUCTING PHYSICAL MASCULINITY IN INDONESIAN TEEN LIT Azizatuz Zahro; Anang Santoso; Dawud Dawud
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2708.673 KB) | DOI: 10.17977/um015v48i22020p131

Abstract

LANGUAGE EXPRESSIONS IN CONSTRUCTING PHYSICAL MASCULINITY IN INDONESIAN TEEN LITAbstract: Teen lit serves a central position in the conception of masculinity in teenagers due to its closeness to them as readers. For teenagers, physical masculinity is relatively highlighted compared to masculinity in other dimensions. Physical masculinity is expressed through classic names, which is related to strength, and is signified by ‘provincial’ names. Physical masculinity is also conveyed through the expressions of the eyes and figures. Besides, a specific cultural icon typically related to handsomeness is also used to construct physical masculinity in teen lit.  Keywords: Language expression, Physical masculinity, Teen lit, Construction, Gender identityEKSPRESI BAHASA DALAM PEMBANGUNAN MASKULINITAS FISIK PADA SASTRA REMAJA INDONESIAAbstrak: Sastra remaja memiliki posisi sentral dalam konsepsi maskulinitas pada remaja karena kedekatan dengan mereka sebagai pembaca. Pada masa remaja, maskulinitas fisik relatif lebih menonjol dibandingkan dengan maskulinitas pada dimensi lain. Maskulinitas fisik diekspresikan melalui nama klasik, yang dihubungkan dengan kekuatan, dan secara negatif dikonotasikan dengan nama yang “udik”. Maskulinitas fisik juga ditunjukkan melalui ekspresi mata dan figur. Selain itu, ikon budaya tertentu yang biasanya terkait dengan ketampanan juga digunakan untuk membangun maskulinitas fisik dalam seni remaja.Kata kunci: Ekspresi bahasa, Maskulinitas fisik, Sastra remaja, Konstruksi, Identitas gender Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v48i22020p131
TRAINING AND MENTORING OF SCIENTIFIC WRITING BASED ON CORPUS LINGUISTICS Febri Taufiqurrahman; Martutik Martutik; Didin Widyartono; Anang Santoso; Novi Eka Susilowati; Cicik Tri Jayanti; Suparno Suparno; Abdul Syukur Ibrahim
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 3, No 2 (2020): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v3i2.5337

Abstract

Al-Hikam Student Islamic Boarding School is founded by KH. A. Hasyim Muzadi in Malang City. This Islamic boarding school has been built with the aim of realizing the integrity of science and religion as a whole. With this educational model, it is hoped that there will be no scientific dichotomy so that religious beliefs have a scientific-rational basis and science is always protected by religious values. In the current era of the industrial revolution 4.0, the students who graduated from Islamic boarding schools are expected to be able to produce scientific works with their ability of religious knowledge. However, in reality, the abilities and interests of the students are very low. By writing scientific works based on the language corpus, the students can express their ideas and ideas in writing more easily. Therefore, this service is carried out to prepare students to be able to write scientific papers properly and correctly. Training is not enough, there should be an assistance so that the students get direct experience on how to write scientific papers. Selected articles are recommended for submission to national or international journals
Pelatihan Pembuatan Konten Video Pembelajaran Daring Di MI Al-Falaah Banaran Kota Kediri Febri Taufiqurrahman; Didin Widyartono; Anang Santoso; Suparno Suparno; Abdul Syukur Ibrahim
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 5, No 1 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v5i1.6787

Abstract

Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan di era revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek pembelajaran. Setiap lembaga pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Setiap pendidik harus mengubah metode pembelajaran lama yang konvensional dengan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi digital. Apalagi ketika di masa pandemi seperti ini, metode pembelajaran yang harus digunakan adalah metode pembelajaran daring (online). MI Al Falaah Kota Kediri merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian  Agama yang beralamatkan di Jalan Masjid Timur No. 449a Kelurahan Banaran Pesantren Kota Kediri. Adapun lokasi MI Al Falaah Kota Kediri terletak pada geografis yang sangat cocok untuk proses belajar mengajar yang terletak di tengah pemukiman penduduk. MI ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat di lihat dari tata letak ruang belajar yang agak jauh dari jalan raya sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum yang melintasi jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman. Namun demikian, berdasarkan survei dan pengamatan, MI Al-Falaah Kota Kediri memiliki kekurangan yaitu a. masih banyaknya guru yang menggunakan metode pembelajaran lama; b.masih banyaknya guru yang belum bisa mengoperasikan IT; dan c. kurangnya alat peraga dan media pembelajaran. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat FS UM bermaksud untuk mengadakan program kegiatan “Pelatihan Pembuatan Konten Video Pembelajaran Daring di MI Al-Falaah Banaran Kota Kediri”. Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar para guru dapat membuat video pembelajaran daring secara mandiri sehingga para siswa dapat mencerap pelajaran dengan baik dan maksimal, terutama di era pandemi seperti ini..
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin Abdul Syukur Ibrahim Abdurahim, Antasary Ade Eka Anggraini Adi Probo Laksono Afdhal Kusumanegara Ah. Rofi'uddin Akhmad Dzukaul Fuad Alif Mudiono Alifian, Muhammad Afnani Andriyani, Noni Antok Risaldi Anwar, Amriyadi Ari Sapto Ary Fawzi Ary Fawzi, Ary Asmah Amir Asri Ismail Astutik, Pipit Pudji Aswan Aswan Azizatuz Zahro Bello, Idris Muhammad Cahyawati, Rina Susi Cicik Tri Jayanti Dawud Dawud Destrianika Binoto Dewi Puji Lestari Dewi Tryanasari Dewi, Susana Eka Didin Widyartono Djoko Saryono Dyana Maftuhatu Rosyidah Efi Nilasari Encil Puspitoningrum, Encil Ery Tri Djatmika RWW Ery Try Djatmika Faizatul Lutfia Yasmin Farid, Mujahidin Febri Taufiqurrahman Febrianita Putri Solihah Firda Dwi Lestari Fitriani Fitriani Fuad, Akhmad Dzukaul Furaidah Gatut Susanto Gheanurma Ekahasta Novarina Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hasan Suaedi Helmi Muzaki Helmi Wicaksono Hemas Haryas Harja Susetya Henik Nur Khofiyah Heriwanty Heriwanty Hikma, Nurul Hyink, Sean Ida Yeni Rahmawati Ifit Novita Sari Imam Suyitno Imam Syafi’i Isnaeni, Afiyahtun Ixsir Eliya Khalida Rozana Ulfah Kusubakti Andajani Kusumawardani, Aulia Rachma Lailatul Fitriah fitri Lazuardi Imaniar Lusi Ari Agustin Madu Trisna Devi Marlinda Ramdhani Martutik Mety Toding Bua, Mety Toding Mochammad Syahri Mochammad Syahri Moh. Ali Yafi Mohammad Setyo Wardono Muakibatul Hasanah Mudjianto Mudjianto Musyarrafah S Nabilla Nabilla NFN Aswan Nihayatul Luaili Nina Septia Rahmawati Noorhana Noorhana Novi Eka Susilowati Nurchasanah Nurul Hikma Pandu Meidian Pratama Pipit Pudji Astutik Punadji Setyosari Punaji Setyosari Radeni Sukma Indra Dewi Rahmawati, Ida Yeni Renda Yuriananta Rifa Hanifah Risaldi, Antok Risca Candra Vinalistyosari Risnawati Risnawati Ritenour, Makenna Roekhan Roekhan Rokhmah, Ummi Nur Roni Wibowo Rusdiyana Ulfa Sa'dun Akbar Sainee Tamphu Sainee Thampu Sari, Cut Purnama Sean Hyink Shirly Rizki Kusumaningrum Sholikhah, Himmatus Sigit Priatmoko Silvy Dwi Yulianti Silvy Dwi Yulianti, Silvy Dwi Siska Nurma Yunitasari Siti Maisaroh Sitti Aliffatul Hasanah Sugeng Utaya Sugerman Sugerman Sukardi, Mochamad Ighfir Sukiman Sukiman Sukiman Sukiman Sulthoni Sumadi Sumadi Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Suparno Suparno Suparno Suparno Syahri, Moch. Syamsudin Syamsudin Syamsul Hadi Syamsul Hadi Syukur Ghazali Tamphu, Sainee Teguh Tri Wahyudi Titik Harsiati Titis Bayu Widagdo Trio Erawati Siregar Uswatun Hasanah Utami Widiati Wahyudi Siswanto Wicaksono, Helmi Widiastuti, Yuanita Wiku Aji Sugiri Yuni Pratiwi Yunina Resmi Prananta Yunita Wildaniati, Yunita