Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan guru Sejarah di SMKN 1 Percut Sei Tuan dalam merancang modul ajar pada Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, ditemukan tantangan utama berupa kesulitan menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang kontekstual dengan kompetensi vokasi siswa SMK, kurangnya pemahaman rubrik asesmen Higher Order Thinking Skills (HOTS), minimnya inovasi metode pembelajaran dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), serta keterbatasan fasilitas digital yang menyebabkan rendahnya minat siswa. Hasil menunjukkan guru masih bergantung pada pendekatan ceramah konvensional dan pemadatan materi, meskipun memahami konsep modul ajar. Penelitian merekomendasikan pelatihan intensif, pengembangan modul berbasis Project-Based Learning (PjBL) kontekstual vokasi, dan kolaborasi antara guru untuk meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan SMK.
Copyrights © 2025