Latar Belakang: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Prevalensi kelainan refraksi terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan menganalisis faktor risiko kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar di SDN Pondok Ranggon 4 Jakarta. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 446 responden yang terdiri dari siswa kelas 3, 4, 5 serta guru dan staff. Pemeriksaan visus menggunakan Snellen Chart dan autorefraktometer. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung dan wawancara terstruktur. Hasil: Dari 446 responden, 164 (36,77%) memerlukan koreksi kacamata. Prevalensi tertinggi pada kelas 5 (52,12%), diikuti kelas 3 (36,92%), dan terendah kelas 4 (18,46%). Seluruh guru dan staff (100%) memerlukan koreksi. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi riwayat keluarga dengan kelainan refraksi, durasi penggunaan gadget lebih dari 3 jam per hari, dan jarak baca yang terlalu dekat (20-30 cm). Kesimpulan: Prevalensi kelainan refraksi pada siswa SDN Pondok Ranggon 4 cukup tinggi. Diperlukan program skrining mata berkala dan edukasi kesehatan mata bagi siswa, orang tua, dan guru
Copyrights © 2026