Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SAYANGI MATA DI ERA DIGITAL: PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN GANGGUAN PENGLIHATAN DI SMK JAKARTA TIMUR 1 Fitri Yati; Atti Kartikawati; Suci Haryanti; Firman Syarif; Sahel, Sahel
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah mengubah pola hidup masyarakat, khususnya dalam penggunaan perangkat elektronik yang berdampak pada kesehatan mata. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) "Sayangi Mata di Era Digital" dilaksanakan di SMK Jakarta Timur 1 pada tanggal 26 Februari 2025 dengan melibatkan 341 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan staff sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan mata di era digital dan melakukan pemeriksaan refraksi untuk deteksi dini gangguan penglihatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemeriksaan mata langsung, dan pemberian bantuan alat koreksi penglihatan. Hasil menunjukkan bahwa 83,33% guru dan staff memerlukan alat bantu penglihatan, sementara persentase terendah terdapat pada siswa jurusan pemasaran (25%). Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan mata di era digital.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK AKADEMIK GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SD AL WAFI Atti Kartikawati; Suci Haryanti; Sahel, Sahel; Ahmad Dasuki
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9401

Abstract

Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah menjadi masalah kesehatan yang serius dengan prevalensi mencapai 10% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko dan dampak akademik gangguan penglihatan pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 4 siswa SD Al Wafi dengan gangguan penglihatan, 2 guru kelas, dan 4 orang tua. Hasil penelitian menunjukkan onset gangguan penglihatan dominan terjadi pada awal masa sekolah dengan manifestasi utama kesulitan melihat jarak jauh. Faktor risiko utama meliputi penggunaan gawai >4 jam/hari dan postur membaca tidak ergonomis. Dampak signifikan teridentifikasi pada prestasi akademik (75% mengalami penurunan) dan adaptasi psikososial. Penelitian menghasilkan model intervensi berbasis ekosistem dan indikator deteksi dini dalam konteks pembelajaran. Temuan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan penanganan gangguan penglihatan siswa SD melalui pendekatan komprehensif melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO KELAINAN REFRAKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS SDN PONDOK RANGGON 4 JAKARTA Atti Kartikawati; Fitri Yati; Sahel, Sahel; Suci Haryanti; Shinta Amelia Astuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Prevalensi kelainan refraksi terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan menganalisis faktor risiko kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar di SDN Pondok Ranggon 4 Jakarta. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 446 responden yang terdiri dari siswa kelas 3, 4, 5 serta guru dan staff. Pemeriksaan visus menggunakan Snellen Chart dan autorefraktometer. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung dan wawancara terstruktur. Hasil: Dari 446 responden, 164 (36,77%) memerlukan koreksi kacamata. Prevalensi tertinggi pada kelas 5 (52,12%), diikuti kelas 3 (36,92%), dan terendah kelas 4 (18,46%). Seluruh guru dan staff (100%) memerlukan koreksi. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi riwayat keluarga dengan kelainan refraksi, durasi penggunaan gadget lebih dari 3 jam per hari, dan jarak baca yang terlalu dekat (20-30 cm). Kesimpulan: Prevalensi kelainan refraksi pada siswa SDN Pondok Ranggon 4 cukup tinggi. Diperlukan program skrining mata berkala dan edukasi kesehatan mata bagi siswa, orang tua, dan guru
EDUKASI KESEHATAN MATA DI ERA DIGITAL: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI SDN PONDOK RANGGON 4 JAKARTA TIMUR Sahel, Sahel; Atti Kartikawati; Suci Haryanti; Shinta Amelia Astuti; Fitri Yati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of refractive errors in children has increased significantly in the digital era, especially since the COVID-19 pandemic. Excessive use of gadgets without proper management can cause digital eye strain and increased risk of myopia. This community service activity aims to conduct refraction examinations, provide eye health education, and provide free glasses to students and teachers at SDN Pondok Ranggon 4 East Jakarta. The methods used include eye health screening, refraction examination, eye health education in the digital era, and distribution of glasses. The results showed that of 446 respondents examined, 164 people (36.77%) required glasses correction. The highest prevalence of refractive errors was found in teachers and staff (100%), followed by grade 5 (52.12%), grade 3 (36.92%), and grade 4 (18.46%). This activity made a positive contribution to increasing awareness and knowledge of the school community about the importance of eye health in the digital era and providing adequate access to vision correction.
Strategi Pembelajaran Adaptif untuk Siswa dengan Gangguan Refraksi pada Guru Kelas V SD N 04 Pondok Rangon Atti Kartikawati; Haryanti, Suci; Sahel; Shinta Amelia Astuti; Fitri Yati
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.08

Abstract

Abstrak ____________________________________________________________________ Latar Belakang: Gangguan refraksi merupakan salah satu masalah penglihatan yang sering dialami anak usia sekolah dasar dan dapat mempengaruhi prestasi akademik. Penelitian ini mengkaji strategi pembelajaran inklusif yang diterapkan guru kelas 5 SD dalam menangani siswa dengan gangguan refraksi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga guru kelas 5 SD yang memiliki pengalaman mengajar siswa dengan gangguan refraksi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola strategi pembelajaran yang efektif. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa 22 dari total siswa (sekitar 8,9%) mengalami gangguan refraksi di tiga kelas yang diteliti. Guru mengembangkan strategi adaptasi meliputi: (1) pengaturan tempat duduk strategis di barisan depan, (2) penggunaan media pembelajaran visual yang diperbesar, (3) pendampingan individual, dan (4) modifikasi durasi pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah gangguan konsentrasi siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan: Implementasi strategi pembelajaran adaptif menunjukkan dampak positif terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa dengan gangguan refraksi. Diperlukan kerjasama multipihak antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk optimalisasi pembelajaran inklusif.