Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak profesionalisme Guru Pendamping Khusus (GPK) terhadap sosial-emosional siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada SDN Pasar Lama 3 pada Kamis 23 Oktober 2025 dengan tiga GPK dan tiga siswa ABK. Data dihimpun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif pada pembelajaran dan transisi kegiatan, serta studi dokumen pendampingan, dianalisis memakai kerangka Miles-Huberman secara iteratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rofesionalisme GPK terwujud sebagai tata kelola keseharian yang konsisten. Praktik tersebut menurunkan frekuensi eskalasi, mempercepat pemulihan emosi, meningkatkan partisipasi kooperatif, dan menguatkan respons prososial. Mekanisme dampak bergerak berantai dari kesadaran diri menuju regulasi emosi, berlanjut pada interaksi yang lebih sehat dan empati yang lebih matang, lalu bermuara pada pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab. Studi ini memperjelas jalur yang mengaitkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian GPK dengan capaian sosial-emosional. Implikasi praktis mencakup standarisasi protokol mikro SEL harian, RDI selaras rumah–sekolah, serta pelatihan berkelanjutan bagi GPK dan guru kelas untuk memastikan implementasi inklusi yang konsisten dan berdampak.
Copyrights © 2025