Keterbatasan literasi sastra dan minimnya inovasi pembelajaran pada siswa ABK di SLB Kuncup Mas Banyumas membutuhkan solusi dalam pelatihan apresiasi sastra melalui pendekatan inkulisf. Beragamnya jenis disabilitas seperti tunarungu wicara, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa masing-masing memiliki cara berbeda dalam berinteraksi dengan sastra khususnya berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Setiap ABK mampu mengungkapkan perasaan, ide dan pengamalam mereka dengan cara berbeda yang dapat bermanfaat bagi perkembangan emosional, sosial dan kognitif mereka. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan apresisasi sastra bertema ekologi di SLB Banyumas. Metode yang digunakan yaitu pendekatan multisensory dengan metode pengajaran inklusif yang melibatkan berbagai indera sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 35 peserta didik SLB Banyumas yang terdiri atas berbagai jenis disabilitas meliputi tunanetra (20%), tunarungu wicara (30%), tunagrahita (40%) dan tunadaksa (10%). Mereka saling berkolaborasi melakukan pementasan drama bertema ekologi dari naskah drama yang disusun sendiri. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi literasi sastra bertema ekologi, praktik penerapan teknologi menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif worldwall, pendampingan praktik apresiasi sastra yang diawali dengan praktik menulis kreatif, menyanyi, menari dan praktik dialog peran. Puncak literasi yaitu pementasan drama bertema ekologi yang merupakan kolaborasi peserta didik SLB Banyumas dengan berbagai jenis disabilitas. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti memberikan manfaat bagi ABK SLB Banyumas yaitu memperkenalkan konsep ekologi melalui karya sastra yang dapat membantu memahami dan mengapresiasi pentingnya menjaga kelestarian alam dengan cara yang kreatif dan menarik. Secara keseluruhan, sebanyak 91,4% menyatakan bahwa pelatihan apresiasi sastra bertema ekologi ini tidak hanya meningkatkan wawasan dan keterampilan literasi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan mempromosikan inklusivitas dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan pengabdian ini relevan dengan tujuan nasional yaitu SDGs 4,10 dan Asta Cita 4.
Copyrights © 2026