Pengelolaan bank sampah di tingkat desa masih menghadapi persoalan tata kelola, terutama pada aspek pencatatan, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, diarahkan untuk memperkuat tata kelola bank sampah melalui pemanfaatan aplikasi digital sebagai instrumen pendukung pengelolaan yang lebih akuntabel dan partisipatif. Program ini dilaksanakan melalui pengembangan sekretariat Bank Sampah Winong Berseri, penerapan sistem buku tabungan digital, serta pendampingan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, seperti eco-enzyme dan lilin aromaterapi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya perbaikan dalam sistem administrasi bank sampah, peningkatan keterlibatan warga dalam kegiatan pengelolaan sampah, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomi dan lingkungan dari pengelolaan sampah. Pemanfaatan aplikasi digital juga mendorong transparansi dan kemudahan akses informasi bagi pengurus dan anggota bank sampah. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan tata kelola bank sampah berbasis digital dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pengelolaan sampah desa yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026