Background: Nusa Tenggara Timur beriklim kering, dengan durasi 4 bulan hujan, dan musim kemarau berlangsung selama 8 bulan. Permasalahan ini berimplikasi pada peningkatan luas lahan kritis yang terjadi pada lahan garapan Kelompok Tani Hutan (KTH) Oelbonak di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, pemberian edukasi dalam meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak perlu dilakukan dalam menanggulagi permasalahan ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak melalui pemberian edukasi dalam meningkatkan fungsi lahan kritis. Metode: Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta dianalisis menggunakan uji–t berpasangan untuk mengukur tingkat pemahaman anggota KTH sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Nilai rata-rata pada post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yaitu edukasi pola agrosilvopastural dan bokashi (79,92), pengairan tanaman (79,49) dan PSB (67,69). Begitu juga nilai Sig. (2-tailed) pada Paired Samples Test menunjukkan nilai sig. 0.000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh yang nyata (positif) dari edukasi yang diberikan. Kesimpulan: pemberian edukasi mampu meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak dalam pemanfaatan lahan kritis.
Copyrights © 2025