Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan empiris berupa rendahnya keterampilan motorik dan sosial siswa sekolah dasar akibat dominasi pembelajaran berorientasi kognitif, terbatasnya aktivitas kolaboratif bermakna, serta minimnya integrasi konteks budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya koordinasi gerak, interaksi sosial, dan kerja sama antarsiswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis permainan tradisional Mpa’a Gopa dalam meningkatkan keterampilan motorik dan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group yang melibatkan dua kelas yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian keterampilan motorik dan sosial yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan uji t independen dan uji t berpasangan untuk mengidentifikasi perbedaan peningkatan keterampilan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan keterampilan motorik dan sosial yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Integrasi permainan Mpa’a Gopa dalam struktur STAD terbukti memperkaya interaksi belajar, meningkatkan koordinasi gerak, serta memperkuat dinamika kerja sama kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis budaya lokal efektif dan relevan sebagai strategi pedagogis kontekstual pada pendidikan dasar.
Copyrights © 2025