The problem of suboptimal employee performance at the 26 Ilir Village Office in Palembang, characterized by service inefficiencies and administrative errors, is often rooted in barriers in the interpersonal communication process. This study aims to analyze in depth the role of interpersonal communication in improving employee performance using Joseph A. DeVito's theoretical framework, which includes the elements of communicator, message, channel, feedback, context, interference, and effect. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results indicate that interpersonal communication plays a crucial role, not only as a means of transmitting information but also as a key catalyst in building coordination, motivation, and work commitment. Effective communication is supported by an open leadership style, a family-like work culture, and intense face-to-face interactions, although obstacles such as differences in perception and technical glitches remain. It is concluded that the implementation of adaptive and collaborative interpersonal communication can minimize these barriers, thereby significantly improving employee discipline and the quality of public services in the village. ABSTRAKPermasalahan kinerja pegawai yang belum optimal di Kantor Lurah 26 Ilir Palembang, yang ditandai dengan inefisiensi pelayanan dan kesalahan administrasi, sering kali berakar pada hambatan dalam proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang meliputi elemen komunikator, pesan, saluran, umpan balik, konteks, gangguan, dan efek. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan krusial, tidak hanya sebagai sarana transmisi informasi, tetapi juga sebagai katalisator utama dalam membangun koordinasi, motivasi, dan komitmen kerja. Efektivitas komunikasi didukung oleh gaya kepemimpinan yang terbuka, budaya kerja kekeluargaan, dan intensitas interaksi tatap muka, meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan persepsi dan gangguan teknis. Disimpulkan bahwa implementasi komunikasi interpersonal yang adaptif dan kolaboratif mampu meminimalisir hambatan tersebut, sehingga secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta kualitas pelayanan publik di lingkungan kelurahan.
Copyrights © 2026