Jurnal Sosial Humaniora Sigli
Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025

Adaptasi Solidaritas Sosial dalam Menghadapi Dampak Urbanisasi di Griya Serua Permai, Tangerang Selatan

Fatih, Muhammad Al (Unknown)
Anzal Fitri, Ayu (Unknown)
Fatih, M. Al (Unknown)
Amelia, Wanda (Unknown)
Saefudin, Arif (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

ABSTRACTUrbanization in urban areas often triggers social change and weakens community solidarity. This study aims to analyze the forms of social solidarity adaptation among the community in Griya Serua Permai, South Tangerang, in facing the impacts of urbanization. Using a qualitative approach through in-depth interviews and document studies, this study describes how migrants and locals interact and maintain social cohesion. The results show a shift in solidarity from a mechanical to an organic form, as described by Émile Durkheim, where social relationships are now based on division of labor and functional dependence. Although mutual assistance activities have declined, the value of solidarity is maintained through religious activities, group exercise, and digital communication such as WhatsApp groups. In conclusion, the community has successfully adapted the form of social solidarity to modern lifestyles, demonstrating that urbanization does not always weaken social cohesion but can encourage the formation of new contextual solidarity.Keywords: Urbanization, Solidarity, Adaptation, Social Interaction.ABSTRAKUrbanisasi di kawasan perkotaan sering memicu perubahan sosial dan melemahnya solidaritas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi solidaritas sosial masyarakat di Griya Serua Permai, Tangerang Selatan, dalam menghadapi dampak urbanisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumen, penelitian ini menggambarkan bagaimana warga pendatang dan lokal berinteraksi serta mempertahankan kohesi sosial. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran solidaritas dari bentuk mekanik ke organik sebagaimana dijelaskan Émile Durkheim, di mana hubungan sosial kini didasarkan pada pembagian kerja dan ketergantungan fungsional. Meskipun aktivitas gotong royong menurun, nilai solidaritas tetap terjaga melalui kegiatan keagamaan, senam bersama, dan komunikasi digital seperti grup WhatsApp. Kesimpulannya, masyarakat berhasil menyesuaikan bentuk solidaritas sosial secara adaptif dengan gaya hidup modern, menunjukkan bahwa urbanisasi tidak selalu melemahkan kohesi sosial, tetapi dapat mendorong terbentuknya solidaritas baru yang kontekstual.Kata kunci: Urbanisasi, Solidaritas, Adaptasi, Interaksi Sosial.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JSH

Publisher

Subject

Education Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Sosial dan Humaniora Sigli, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan, keguruan, hukum, administrasi negara dan ilmu Sosial lainnya diterbitkan secara berkala 6 bulanan. JSH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur dengan ...