Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Higher Order Thinking Skill (HOTS) terhadap Minat Kewirausahaan Siswa SMA JAKARTA Maryati, Maryati; Aulia, Haliza; Amelia, Wanda; Mauristhie, Florist; Ardiansyah, Tedy
Jurnal USAHA Vol 5, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/juuk.v5i1.2817

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap minat kewirausahaan siswa SMA Jakarta. Fokusnya adalah pada bagaimana kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, evaluasi, dan kreativitas mempengaruhi minat seseorang dalam memulai atau mengembangkan usaha. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan eksperimen, sampel diambil dari populasi SMA Jakarta dengan jumlah sample sebanyak 60 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukan nilai rata – rata tersebut yaitu rata – rata kelompok kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kelas kontrol. Kelas Kontrol memiliki Median = 69,1, Modus = 69,5, dan Simpang baku = 115,15. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki Median 67,16, Modus = 81.1, dan Simpangan baku = 88,53. Pengujian persyaratan analisis pada uji normalitas eksperimen menggunakan uji Liliefors diperoleh nilai tertinggi pada Lh = 0,160715 sedangkan nilai Lt = 0,161. Jelaslah bahwa Lh < Lt maka disimpulkan variabel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pada uji normalitas kontrol nilai Lh = 0,15659, sedangkan nilai Lt= 0,161. Jelaslah bahwa Lh > Lt maka disimpulkan variabel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Kata kunci: HOTS, Fokus, Kewirausahaan, Kreativitas.  ABSTRACTThis research aims to determine the influence of Higher Order Thinking Skills (HOTS) on the entrepreneurial interest of Jakarta high school students. The focus is on how higher-level thinking skills such as analysis, synthesis, evaluation, and creativity influence a person's interest in starting or developing a business. This research method uses an experimental approach, samples were taken from the Jakarta high school population with a sample size of 60 students divided into 2 classes (control class and experimental class). The results of the research show that the average value of the experimental class group is higher than that of the control class group. The Control Class has Median = 69.1, Mode = 69.5, and Standard Deviation = 115.15. Meanwhile, the experimental group had a Median of 67.16, Mode = 81.1, and Standard Deviation = 88.53. Testing the analytical requirements in the experimental normality test using the Liliefors test obtained the highest value at Lh = 0.160715 while the value for Lt = 0.161. It is clear that Lh < Lt, it can be concluded that the research variables come from a normally distributed population. In the control normality test, the Lh value = 0.15659, while the Lt value = 0.161. It is clear that Lh > Lt means it can be concluded that the research variables come from a normally distributed population. Keywords: HOTS, Focus, Entrepreneurship, Creativity.
THE EFFECTIVENESS OF BULLYING PREVENTION EDUCATION ON IMPROVING STUDENTS' UNDERSTANDING AT SDN 1 NEGLASARI Nabhani, Irfan; Hadita, Akmala; ., Anton; Amelia, Wanda; Tryananda, Muthiara; Faazan, Nazma Barqia; Ubaidillah, Muhammad Fatih; Nandar, Deka Ali
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 6 No 4 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v6i4.1124

Abstract

ABSTRACT Bullying is an intentional and repetitive aggressive behavior, whether verbal, physical, or social, that negatively impacts the victim’s psychological condition. This study aimed to evaluate the effectiveness of bullying prevention education in improving students’ understanding at SDN 1 Neglasari. The research employed a descriptive quantitative approach with 59 respondents from fifth and sixth grade. Data were collected through pre-tests, post-tests, and written accounts of personal or peers’ experiences related to bullying. The results showed an increase in students’ understanding from 71.86% to 89.10%, with the highest improvement in verbal and physical bullying. Students’ written experiences revealed that verbal bullying was the most frequently encountered (39%), followed by physical and social bullying, while 44% of students reported never experiencing bullying. Bullying prevention education proved effective in enhancing students’ understanding and serves as a preventive effort to create a safe and child-friendly school environment. ABSTRAK Perundungan merupakan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus dan bersifat agresif, mulai dari verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak negatif pada kondisi psikologis korban. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi pencegahan bullying dalam meningkatkan pemahaman siswa SDN 1 Neglasari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 59 responden kelas lima dan enam. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, serta penulisan pengalaman pribadi atau teman terkait bullying. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 71,86% menjadi 89,10%, dengan peningkatan tertinggi pada bullying verbal dan fisik. Pengalaman tertulis siswa mengungkapkan bullying verbal paling sering dialami (39%), diikuti fisik dan sosial, sementara 44% siswa tidak pernah mengalami bullying. Edukasi pencegahan bullying terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa dan menjadi upaya pencegahan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Adaptasi Solidaritas Sosial dalam Menghadapi Dampak Urbanisasi di Griya Serua Permai, Tangerang Selatan Fatih, Muhammad Al; Anzal Fitri, Ayu; Fatih, M. Al; Amelia, Wanda; Saefudin, Arif
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3638

Abstract

ABSTRACTUrbanization in urban areas often triggers social change and weakens community solidarity. This study aims to analyze the forms of social solidarity adaptation among the community in Griya Serua Permai, South Tangerang, in facing the impacts of urbanization. Using a qualitative approach through in-depth interviews and document studies, this study describes how migrants and locals interact and maintain social cohesion. The results show a shift in solidarity from a mechanical to an organic form, as described by Émile Durkheim, where social relationships are now based on division of labor and functional dependence. Although mutual assistance activities have declined, the value of solidarity is maintained through religious activities, group exercise, and digital communication such as WhatsApp groups. In conclusion, the community has successfully adapted the form of social solidarity to modern lifestyles, demonstrating that urbanization does not always weaken social cohesion but can encourage the formation of new contextual solidarity.Keywords: Urbanization, Solidarity, Adaptation, Social Interaction.ABSTRAKUrbanisasi di kawasan perkotaan sering memicu perubahan sosial dan melemahnya solidaritas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi solidaritas sosial masyarakat di Griya Serua Permai, Tangerang Selatan, dalam menghadapi dampak urbanisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumen, penelitian ini menggambarkan bagaimana warga pendatang dan lokal berinteraksi serta mempertahankan kohesi sosial. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran solidaritas dari bentuk mekanik ke organik sebagaimana dijelaskan Émile Durkheim, di mana hubungan sosial kini didasarkan pada pembagian kerja dan ketergantungan fungsional. Meskipun aktivitas gotong royong menurun, nilai solidaritas tetap terjaga melalui kegiatan keagamaan, senam bersama, dan komunikasi digital seperti grup WhatsApp. Kesimpulannya, masyarakat berhasil menyesuaikan bentuk solidaritas sosial secara adaptif dengan gaya hidup modern, menunjukkan bahwa urbanisasi tidak selalu melemahkan kohesi sosial, tetapi dapat mendorong terbentuknya solidaritas baru yang kontekstual.Kata kunci: Urbanisasi, Solidaritas, Adaptasi, Interaksi Sosial.