Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari perlakuan interval pemberian air dan bahan organik terhadap peningkatan produksi basah edamame (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh, umur mulai berbunga, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong berisi per plot, bobot segar polong berisi per tanaman, dan bobot segar polong berisi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Sebaliknya, pemberian kompos TKKS berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan kompos TKKS dosis 6 ton/ha (1,2 kg/plot) memberikan hasil terbaik dengan umur mulai berbunga tercepat yaitu 34,33 hari, jumlah polong berisi per tanaman terbanyak sebesar 27,78 buah, jumlah polong berisi per plot sebesar 203,78 buah, bobot segar polong berisi per tanaman tertinggi sebesar 57,00 g, bobot segar polong berisi per plot sebesar 0,52 kg, serta persentase tumbuh mencapai 100%. Interaksi antara interval pemberian air dan pemberian kompos TKKS tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai pupuk organik tidak hanya mendukung peningkatan hasil tanaman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan efisien.
Copyrights © 2025