Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Mulsa Sekam Padi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Br Torus Pane, Hilda Yanti; Ansoruddin, Ansoruddin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8985

Abstract

Penelitian ini di laksanakan desa tanjung alam dusun 1 kecamatan sei dadap, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan mulsa sekam  padi dengan 3 taraf, yaitu : S0 = 0 kg/plot, S1 = 10 kg/plot dan, S2 = 20 kg/plot Dan faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk NPK dengan 4 taraf, yaitu : N0 = 0 gr/plot, N1 = 50 gr/plot, N2 = 100 gr/plot dan, N3 = 150 gr/plot. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pemberian mulsa sekam padi tidak berpengaruh terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah. Pemberian NPK berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah dengan perlakuan terbaik pada dosis 100 gr/plot. Interaksi penggunaan mulsa sekam padi dan pupuk  NPK menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah
Pengaruh Pemberian Mulsa Sekam Padi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Br Torus Pane, Hilda Yanti; Ansoruddin, Ansoruddin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8985

Abstract

Penelitian ini di laksanakan desa tanjung alam dusun 1 kecamatan sei dadap, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan mulsa sekam  padi dengan 3 taraf, yaitu : S0 = 0 kg/plot, S1 = 10 kg/plot dan, S2 = 20 kg/plot Dan faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk NPK dengan 4 taraf, yaitu : N0 = 0 gr/plot, N1 = 50 gr/plot, N2 = 100 gr/plot dan, N3 = 150 gr/plot. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pemberian mulsa sekam padi tidak berpengaruh terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah. Pemberian NPK berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah dengan perlakuan terbaik pada dosis 100 gr/plot. Interaksi penggunaan mulsa sekam padi dan pupuk  NPK menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman bawang merah
Pengaruh Pupuk KCL dan Pupuk Ps200 pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Hasibuan, Syafrizal; Lubis, Ade Fipriani; Ningsih, Sri Susanti; Sabina, Sahnia; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk KCl dan pupuk organik cair PS200 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada fase generatif. Perlakuan yang diuji berupa beberapa dosis pupuk KCl dan pupuk PS200, dengan parameter pengamatan meliputi jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman buah naga, di mana dosis 70 g/tanaman menghasilkan jumlah bunga tertinggi, sedangkan dosis 140 g/tanaman menghasilkan jumlah buah terbanyak, diameter buah terbesar, dan bobot buah tertinggi. Pupuk PS200 juga berpengaruh nyata, dengan dosis 30 ml/liter air menghasilkan jumlah bunga dan bobot buah tertinggi, serta dosis 20 ml/liter air menghasilkan jumlah buah terbanyak. Interaksi pupuk KCl dan pupuk PS200 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk KCl dan pupuk PS200 secara tunggal efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga pada fase generatif. Secara praktis, penggunaan pupuk KCl dosis 140 g/tanaman dan pupuk PS200 dosis 20–30 ml/liter air dapat direkomendasikan dalam budidaya buah naga untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah secara berkelanjutan
Hubungan Antara Interval Pemberian Air dan Bahan Organik Terhadap Peningkatan Produksi Edamame (Glycine max L. Merril) Zulia, Cik; Hermawan, Ricky; Lubis, Ade Fipriani; Ansoruddin, Ansoruddin; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari perlakuan interval pemberian air dan bahan organik terhadap peningkatan produksi basah edamame (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh, umur mulai berbunga, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong berisi per plot, bobot segar polong berisi per tanaman, dan bobot segar polong berisi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Sebaliknya, pemberian kompos TKKS berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan kompos TKKS dosis 6 ton/ha (1,2 kg/plot) memberikan hasil terbaik dengan umur mulai berbunga tercepat yaitu 34,33 hari, jumlah polong berisi per tanaman terbanyak sebesar 27,78 buah, jumlah polong berisi per plot sebesar 203,78 buah, bobot segar polong berisi per tanaman tertinggi sebesar 57,00 g, bobot segar polong berisi per plot sebesar 0,52 kg, serta persentase tumbuh mencapai 100%. Interaksi antara interval pemberian air dan pemberian kompos TKKS tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai pupuk organik tidak hanya mendukung peningkatan hasil tanaman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan efisien.