Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Tepache dan Cuka Nenas untuk Kesehatan Di Desa Tanjung Alam Lubis, Ade Fipriani; Ningsih, Sri Susanti; Sutriono, Sutriono; Handayani, Turi; Sabina, Sahnia; Nasution, Zulkarnain Siddik
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i1.65311

Abstract

Abstrak. Sekolah Anak Percaya Diri merupakan sekolah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang menjadi wadah pembelajaran bagi anak-anak korban kekerasan. Confident Children's School telah membantu ratusan anak korban kekerasan dengan memulihkan trauma sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Mereka diberikan psikoedukasi dengan tema “Pengenalan Hak dan Perlindungan Anak serta “Pencegahan Bullying di Tingkat Masyarakat” yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai hak-hak anak dan perlindungan anak dengan tujuan untuk mengurangi pelanggaran hak-hak anak dan pemahaman tentang bullying pada anak. guna mengembangkan sikap menghargai, menghargai dan melindungi satu sama lain. Metode quasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design digunakan dalam pendekatan pencegahan bullying serta hak dan perlindungan anak, hal ini terlihat dari hasil post test mereka. Kata Kunci:  Tepache, Cuka Nenas, Minuman Kesehatan
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON GOLDEN (CUCUMIS MELO L.) TERHADAP PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK Handayani, Turi; Lubis, Ade Fipriani; Paino, Paino
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4027

Abstract

Abstract: Melon (Cucumis melo L.) is one part of horticultural commodities that are included in seasonal fruit plants which are usually consumed in the form of fresh fruit or as raw materials in the beverage industry. The study was conducted at Rawang Lama Village, Kecamatan Rawang Panca Arga district, Asahan Regency on December 2023 until February 2024. The study aims to the find out the growth response and production of of golden melon (Cucumis melo L.) to application chicken manure and NPK. This study used randomized complete block design with two factors: (1) chicken manure (K) with 4 levels: K0 = 0 ton/ha, K1 = 5 ton/ha, K2 = 10 ton/ha, K3 = 15 ton/ha, (2) NPK fertilizer (N) with 3 levels: N1 = 40 g/ha, N2 = 80 g/ha, N3 = 120 g/ha. Observation parameters were plant length, flowering age, harvesting age, fruit weight. The result showed that the application of chicken manure showed any significant effect on flowering age, harvesting age and fruit weight, but it did not show any significant effecct on plant length, the best treatment is K3 = 15 ton/ha. NPK fertilizer did not show any significant effect on plant length, flowering age, harvesting age and fruit weight. Interaction of the application of chicken manure and NPK fertilizer did not show any significant effect on all observation parameters Keywords: Golden Melon, NPK Fertilizer, Fresh Fruit, Chicken Manure Abstrak: Melon (Cucumis melo L.) adalah salah satu bagian dari komoditas hortikultura yang masuk dalam tanaman buah-buahan semusim yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar atau sebagai bahan baku pada industri minuman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Lama, Dusun IX, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan pada bulan Desember 2023 hingga Februari 2024. Untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon golden (Cucumis melo L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri dari 4 taraf: K0 = 0 ton/ha, K1 = 5 ton/ha, K2 = 10 ton/ha, K3 = 15 ton/ha, (2) pupuk NPK (N), terdiri dari 3 taraf: N1 = 40 g/tanaman, N2 = 80 g/tanaman, N3 = 120 g/tanaman. Peubah amatan yang diamati adalah panjang tanaman, umur mulai berbunga, umur panen, berat buah. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap umur mulai berbunga, umur panen dan berat buah melon tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada panjang tanaman, dengan perlakuan terbaik terdapat pada K3 = 15 ton/ha. Pupuk NPK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah amatan yaitu panjang tanaman, umur mulai berbunga, umur panen dan berat buah. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah amatan Kata kunci: Melon Golden, Pupuk NPK, Buah Segar, Pukan Ayam
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPS DAN NUTRISI BIOREMEDIASI (NBR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN RUMPUT ODOT (PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT) Lubis, Ade Fipriani; Handayani, Turi; Zulia, Cik; Rahmad, Rahmad
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4028

Abstract

Abstract: Odot grass will be good if planted on land that contains sufficient nutrients/nutrients that are continuously available. Factors that affect the quantity and sustainability of odot grass include soil conditions, climate and human treatment such as fertilizer application. Fertilization is carried out to provide the nutrients needed by plants at each growth period. The study was conducted in the experimental at Tenggiri street, Bunut Barat Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency from January until April 2025. The study aims to the find out the effect of using NPS fertilizer and bioremediation nutrients (NBR) on the growth and yield of odot grass. This study used randomized complete block design with two factors: (1) NPS Fertilizer (N) with 4 levels: N0 = 0 ml/liter, N1 = 20 ml/liter, N2 = 40 ml/liter, N3 = 60 ml/liter, (2) bioremediation nutrients (NBR) (B) with 4 levels: B0 = 0 ml/liter, B1 = 20 ml/liter, B2 = 40 ml/liter, B3 = 60 ml/liter. Observation parameters were plant height, number of leaves, number of tillers, wet weight per sample, wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot. The result showed that the NPS fertilizer showed that any significant effect on plant height at 3,4,5 and 6 weeks post-planting, but, number of leaves, number of tillers, wet weight per sample, wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot did not give significant effect, the best treatment is N2 = 40 ml/liter. Application bioremediation nutrients showed any significant affect on plant height at 4,5 and 6 weeks post-planting, the best treatment is B3 = 60 ml/liter. Interaction of the application of NPS fertilizer with NBR did not show any significant effect on all observation parameters. Keywords: Odot Grass, NPS, Bioremediation Nutrient Abstrak: Rumput odot akan baik jika ditanam pada lahan yang cukup mengandung unsur hara/hara yang tersedia terus menerus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kelangsungan rumput odot antara lain kondisi tanah, iklim dan perlakuan manusia seperti pemberian pupuk. Pemupukan dilakukan untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada setiap masa pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan di Jalan Tenggiri, Kelurahan Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada bulan Januari hingga bulan April 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPS dan nutrisi bioremediasi (NBR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman rumput odot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Dosis pupuk NPS (N) yang terdiri dari 4 taraf: N0 = 0 ml/liter air, N1 = 20 ml/liter air, N2 = 40 ml/liter air, N3 = 60 ml/liter air. (2) Dosis NBR (B) yang terdiri dari 4 taraf: B0 = 0 ml/liter air, B1 = 20 ml/liter air, B2 = 40 ml/liter air, B3 = 60 ml/liter air. Parameter pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah, per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPS memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3, 4, 5 dan 6 mst, tetapi pada pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot memberikan pengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada N2 yaitu 40 ml/liter air. Pemberian pupuk NBR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4, 5 dan 6 mst, tetapi pada pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, berat kering per plot memberikan pengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada B3 yaitu 60 ml/liter air. Interaksi pemberian pupuk NPS dan nutrisi bioremediasi (NBR) tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci: rumput odot, NPS, nutrisi bioremediasi
Etnomatematika Pembelajaran Hidroponik di SMKN SPP Asahan Mapilindo, Mapilindo; Zulia, Cik; Rahmayanti, Sri; Lubis, Ade Fipriani
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.739

Abstract

Agriculture is an important part of Indonesian culture. Agricultural culture tends to be abandoned by the current generation with the rapid development of the times. Ethnomathematics serves as a means of exchanging knowledge between culture and education. Learning methods that support a lot of media use. The purpose of this study was to find out how hydropinic material is taught at SMK Negeri SPP Asahan. Agricultural activities help students learn mathematics and get to know and preserve their culture. This research was conducted with a qualitative descriptive approach using observation and tests. This study investigated students' knowledge of hydroponics. Information about the history and development of hydroponics to help students understand the process.
Artikel Peningkatan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus (l.) moench) dengan Pemberian ZPT Auksin dan Pupuk Kandang Ayam Handayani, Turi; Lubis, Ade Fipriani; Rahmayanti, Sri; Pangaribuan, Mahdar Felayati; Yunita, Della
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.2444

Abstract

The study was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Asahan University, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kisaran, Asahan Regency from March until May 2021. The study aims to the find out the increase in yield of okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) by giving auxin and chicken manure. This study used randomized complete block design with two factors: (1) Auxin (Z) with 3 levels: Z0 = 0 ppm, Z1 = 100 ppm, Z2 = 200, (2) Chicken manure (A) with 3 levels: A0 = 0 kg/polybag, A1 = 1 kg/polybag, A2 = 2 kg/polybag. Observation parameters were harvesting age, fruit length, fruit diameter, fruit weight. The result showed that the application of Auxin did not show any significant effect on harvesting age, fruit length, fruit diameter, fruit weight. Application cow manure showed any significant effect on harvesting age, fruit length, fruit diameter, fruit weight, the best treatment is A2 = 2 kg/polybag. Interaction of the application of auxin with chicken manure did not show any significant effect on all observation parameters.  
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DAN KOTORAN KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORAGNIK PADAT DI DESA SEI KAMAH II KABUPATEN ASAHAN Lubis, Ade Fipriani; Ardika, Tri Arya; Pramudita, Intan Agi; Surya, Ayuka Dwi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5375

Abstract

Abstract: The utilization of organic waste and animal manure (kohe), goat manure is one alternative solution in supporting sustainable agriculture and reducing environmental pollution. This community service aims to study the process of making solid organic fertilizer from a combination of household organic waste with goat manure and assess the resulting quality. The method used is aerobic fermentation with the addition of microbial activators to accelerate decomposition. This series of activities is part of one of the activities of the 2025 KKN students of the Faculty of Agriculture, Asahan University. This activity is a socialization and field practice activity together with housewives, and PKK mothers of Sei Kamah II Village. The expected output of the socialization activity regarding the utilization of organic waste and goat manure is a solid organic fertilizer that has a loose texture, blackish brown in color, and is free from strong odors. In addition to producing organic fertilizer products, this activity also has a positive impact in the form of increasing knowledge and skills in the community to process household waste and goat manure into useful products. Keywords: Organic Waste, Goat Manure, Solid Organic Fertilizer, Community Empowermen. Abstrak: Pemanfaatan limbah organik dan kotoran hewan (kohe), kotoran kambing merupakan salah satu alternatif solusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan pupuk organik padat dari kombinasi limbah organik rumah tangga dengan kohe kambing serta menilai kualitas yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah fermentasi aerob dengan penambahan aktivator mikroba untuk mempercepat dekomposisi. Rangkain kegiatan ini merupakan, bagian dari salah satu kegiatan mahasiswa KKN 2025 Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi dan praktik lapangan bersama dengan ibu rumah tangga, dan ibu-ibu PKK Desa Sei Kamah II. Luaran yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah organik dan kotoran kambing berupa pupuk organik padat yang memiliki tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, dan bebas dari bau menyengat. Selain menghasilakan produk pupuk organik, kegitan ini juga memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelolah limbah rumah tangga dan kohe kambing menjadi produk bernilai guna. Kata Kunci: Limbah Organik, Kohe Kambing, Pupuk Organik
Pengaruh Pupuk KCL dan Pupuk Ps200 pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Hasibuan, Syafrizal; Lubis, Ade Fipriani; Ningsih, Sri Susanti; Sabina, Sahnia; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk KCl dan pupuk organik cair PS200 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada fase generatif. Perlakuan yang diuji berupa beberapa dosis pupuk KCl dan pupuk PS200, dengan parameter pengamatan meliputi jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman buah naga, di mana dosis 70 g/tanaman menghasilkan jumlah bunga tertinggi, sedangkan dosis 140 g/tanaman menghasilkan jumlah buah terbanyak, diameter buah terbesar, dan bobot buah tertinggi. Pupuk PS200 juga berpengaruh nyata, dengan dosis 30 ml/liter air menghasilkan jumlah bunga dan bobot buah tertinggi, serta dosis 20 ml/liter air menghasilkan jumlah buah terbanyak. Interaksi pupuk KCl dan pupuk PS200 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk KCl dan pupuk PS200 secara tunggal efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga pada fase generatif. Secara praktis, penggunaan pupuk KCl dosis 140 g/tanaman dan pupuk PS200 dosis 20–30 ml/liter air dapat direkomendasikan dalam budidaya buah naga untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah secara berkelanjutan
Hubungan Antara Interval Pemberian Air dan Bahan Organik Terhadap Peningkatan Produksi Edamame (Glycine max L. Merril) Zulia, Cik; Hermawan, Ricky; Lubis, Ade Fipriani; Ansoruddin, Ansoruddin; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari perlakuan interval pemberian air dan bahan organik terhadap peningkatan produksi basah edamame (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh, umur mulai berbunga, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong berisi per plot, bobot segar polong berisi per tanaman, dan bobot segar polong berisi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Sebaliknya, pemberian kompos TKKS berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan kompos TKKS dosis 6 ton/ha (1,2 kg/plot) memberikan hasil terbaik dengan umur mulai berbunga tercepat yaitu 34,33 hari, jumlah polong berisi per tanaman terbanyak sebesar 27,78 buah, jumlah polong berisi per plot sebesar 203,78 buah, bobot segar polong berisi per tanaman tertinggi sebesar 57,00 g, bobot segar polong berisi per plot sebesar 0,52 kg, serta persentase tumbuh mencapai 100%. Interaksi antara interval pemberian air dan pemberian kompos TKKS tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai pupuk organik tidak hanya mendukung peningkatan hasil tanaman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan efisien.
Efektivitas Pemberian Asam Amino dan Kombinasi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Lidah Buaya (Aloe barbadensis Milleer) Handayani, Turi; Lubis, Ade Fipriani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5078

Abstract

Abstract: Effectiveness of Providing Amino Acids and Planting Media Combinations on the Growth of Aloe Vera Plants (Aloe barbadansis Milleer). This research will be carried out at AFD VI Pamerahan, Perkebunan. Air Batu III/IX Hamlet V, Air Batu District, Asahan Regency and will be held from December to February 2024 at a height of 12 m above sea level. This research was structured based on a factorial randomized block design (RAK) with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is that amino acids consist of 4 levels, including A0 = 0 ml/polybag, A1 = 2 ml/polybag, A2 = 4 ml/polybag, A3 = 6 ml/polybag. The second factor is that the planting medium consists of 4 levels, including M0 = topsoil + sand, M1 = topsoil + compost,    M2 = topsoil + vermicompost, M3 = topsoil + bokashi.Providing amino acids had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, longest leaf length, widest leaf width, total wet weight. Amino acid dosage treatment showed a significant effect on plant height parameters, where the best treatment resulted in treatment A3, namely 6 ml/polybag which had a plant height of 14.41 cm, number of leaves of 8.25, longest leaf length of 18.74 cm, width The widest leaves are 6.25 cm, total wet weight is 133.29 g. The combination of planting media influences the parameters of plant height, number of leaves, longest leaf length, widest leaf width, total wet weight. The combination treatment of topsoil + compost (M1) planting media had a plant height of 13.95 cm, number of leaves of 8.91, leaf length of 20.54 cm, leaf width of 6.00 cm, total wet weight of 131.54 g. The interaction of amino acid administration and the combination of planting media had no effect on all observed parameters Keywords:  amino acid, aloe vera, planting media  Abstrak: Efektivitas Pemberian Asam Amino dan Kombinasi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Lidah Buaya (Aloe barbadansis Milleer). Penelitian ini akan dilaksanakan di AFD VI Pamerahan, Perkebunan. Air Batu III/IX Dusun V Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan dan dilaksanakan pada bulan Desember sampai Februari 2024 dengan ketinggian 12 m dpl. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah asam amino terdiri dari 4 taraf, diantaranya A0 = 0 ml/ polibag, A1 = 2 ml/ polibag, A2  = 4 ml/ polibag, A3 = 6 ml/ polibag. Faktor kedua adalah media tanam terdiri dari 4 taraf, diantaranya M0 = topsoil + pasir, M1 = topsoil + kompos, M2 = topsoil + kascing, M3 = topsoil + bokashi.Pemberian asam amino berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, berat basah total. Perlakuan dosis asam amino menunjukkan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, dimana perlakuan yang terbaik dihasilkan perlakuan A3 yaitu 6 ml/ polibag yang memiliki tinggi tanaman 14,41 cm, jumlah daun sebanyak 8,25 helai, panjang daun terpanjang 18,74 cm, lebar daun terlebar 6,25 cm, berat basah total sebanyak 133,29 g. Kombinasi media tanam berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, berat basah total. Perlakuan kombinasi media tanam tanah topsoil + kompos (M1) memiliki tinggi tanaman 13,95 cm, jumlah daun sebanyak 8,91 helai, panjang daun sepanjang 20,54 cm, lebar daun 6,00 cm, berat basah total 131,54 g. Interaksi pemberian asam amino dan kombinasi media tanam tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci: asam amino, aloe vera, media tanam