Pengabdian ini bertujuan untuk menilai kekuatan genggaman tangan sebagai alat skrining non-invasif untuk deteksi dini risiko sarkopenia pada masyarakat lansia. Metode pengabdian yang digunakan adalah skrining kekuatan genggaman tangan menggunakan hand dynamometer digital pada 99 partisipan, dilengkapi edukasi mengenai faktor risiko sarkopenia, pola makan tinggi protein, serta latihan fisik berbasis resistensi. Hasil pengabdian menunjukkan rerata kekuatan genggaman tangan 19,66 kg (SD = 6,16), dengan 48,5% partisipan tergolong rendah, prevalensi kelemahan lebih tinggi pada perempuan dan tangan non-dominan. Simpulan, pemeriksaan handgrip strength terbukti praktis, andal, dan efektif untuk deteksi dini risiko sarkopenia, serta dapat menjadi dasar intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2025