Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

WASPADAI PENYAKIT KARDIOVASKULAR DENGAN EDUKASI DAN SKRINING INDEKS MASSA TUBUH SERTA RASIO PINGGANG-PINGGUL PADA POPULASI USIA PRODUKTIF Wijaya, Christian; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Alwini, Muhammad Rifat Umar; Pratama, Muhammad Kevin Dava
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2577

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat pada populasi usia produktif dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta gangguan metabolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMP Kalam Kudus, Jakarta Barat, dengan melibatkan 87 peserta usia produktif untuk skrining antropometri menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul (Waist-to-hip ratio/WHR). Pengukuran IMT dan WHR digunakan untuk mengidentifikasi risiko obesitas serta distribusi lemak tubuh yang berisiko tinggi. Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki IMT dengan kategori obesitas, yaitu sebanyak 47 orang (54.02%). Sementara itu, untuk pengukuran WHR, didapatkan sebanyak 56 orang (64.37%) memiliki nilai yang tinggi, mengindikasikan terdapat risiko obesitas sentral atau akumulasi lemak di area perut. Skrining ini dilengkapi dengan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik sebagai langkah preventif. Kegiatan ini menegaskan efektivitas skrining IMT dan WHR dalam deteksi dini risiko obesitas dan perlunya edukasi kesehatan rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna mencegah komplikasi berupa penyakit kardiovaskular. Kata Kunci: Deteksi Dini, Obesitas, Indeks Massa Tubuh, Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul, Penyakit Kardiovaskular
PEMERIKSAAN LEMAK SUBKUTAN DENGAN SKINFOLD CALIPER EMPAT TITIK SEBAGAI EDUKASI PENCEGAHAN RISIKO HIPERTRIGLISERIDEMIA PADA DEWASA MUDA Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Fajarivaldi, Kresna Bambang; Pratama, Muhammad Kevin Dava
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2605

Abstract

Lemak subkutan merupakan salah satu indikator awal dari potensi gangguan metabolik, termasuk hipertrigliseridemia. Distribusi lemak yang dominan di area sentral tubuh memiliki hubungan erat dengan peningkatan sintesis trigliserida hepatik, terutama pada individu usia produktif tanpa gejala klinis. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif terhadap risiko hipertrigliseridemia melalui pemeriksaan lemak subkutan dan edukasi gizi berbasis hasil pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan skinfold caliper pada empat titik: biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular. Hasil diinterpretasikan sebagai estimasi distribusi lemak subkutan, dan digunakan sebagai dasar dalam penyampaian edukasi visual. Dari 49 peserta, distribusi median lemak subkutan tertinggi ditemukan pada titik suprailiac (8,7 mm) dan subscapular (8,1 mm), diikuti triceps (6,6 mm) dan biceps (3,4 mm). Pola ini menunjukkan dominasi lemak di area tubuh bagian tengah, yang memiliki relevansi terhadap risiko metabolik. Edukasi dilakukan dalam kelompok kecil dan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan populasi secara agregat. Pemeriksaan lemak subkutan empat titik dapat digunakan sebagai pendekatan skrining awal untuk mendeteksi distribusi lemak berisiko, dan efektif mendukung edukasi gaya hidup sehat yang berfokus pada pencegahan hipertrigliseridemia. Kata Kunci: Skinfold Caliper; Lemak Subkutan; Distribusi Lemak Tubuh; Hipertrigliseridemia; Edukasi Gizi; Deteksi Dini
Optimalisasi Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh dan Rasio Pinggang-Pinggul untuk Deteksi Dini Risiko Stroke pada Populasi Usia Produktif Singh, Arwinder; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Rafi, Muhammad Adam Abizar; Pratama, Muhammad Kevin Dava
Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kjpkm.v2i2.470

Abstract

Stroke is a leading cause of death and long-term disability in Indonesia, with central obesity as one of the main risk factors. This community service activity was carried out in Grogol Village, West Jakarta, with anthropometric screening in the form of measuring Body Mass Index (BMI) and Waist-to-hip Ratio (WHR) in 67 productive age participants. The measurements were carried out by the Faculty of Medicine team at Tarumanagara University using calibrated standard measuring instruments. The screening results showed that 67.16% of participants were obese based on BMI and 73.13% had high WHR indicating central obesity. Education on healthy eating patterns, increased physical activity, and recommendations for further medical examinations were provided as an effort to prevent stroke and cardiometabolic complications. This simple anthropometric screening approach and health education are expected to increase public awareness and reduce the incidence of stroke, especially in productive age. Keywords: Stroke, Education, Screening, Anthropometry
PENAPISAN KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN SEBAGAI ALAT SKRINING NON-INVASIF UNTUK DETEKSI DINI RISIKO SARKOPENIA PADA MASYARAKAT Singh, Arwinder; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Rafi, Muhammad Adam Abizar; Pratama, Muhammad Kevin Dava
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3250

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai kekuatan genggaman tangan sebagai alat skrining non-invasif untuk deteksi dini risiko sarkopenia pada masyarakat lansia. Metode pengabdian yang digunakan adalah skrining kekuatan genggaman tangan menggunakan hand dynamometer digital pada 99 partisipan, dilengkapi edukasi mengenai faktor risiko sarkopenia, pola makan tinggi protein, serta latihan fisik berbasis resistensi. Hasil pengabdian menunjukkan rerata kekuatan genggaman tangan 19,66 kg (SD = 6,16), dengan 48,5% partisipan tergolong rendah, prevalensi kelemahan lebih tinggi pada perempuan dan tangan non-dominan. Simpulan, pemeriksaan handgrip strength terbukti praktis, andal, dan efektif untuk deteksi dini risiko sarkopenia, serta dapat menjadi dasar intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Edukasi dan Pemeriksaan Dini Apolipoprotein untuk Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular di Masyarakat Charissa, Olivia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Rafi, Muhammad Adam Abizar; Pratama, Muhammad Kevin Dava
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 4 № 01 (2026): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v4i01.2112

Abstract

Cardiovascular disease remains the leading cause of global mortality, with a growing burden particularly in low- and middle-income countries, including Indonesia. Atherogenic dyslipidemia—marked by an imbalance between apolipoproteins, specifically elevated Apolipoprotein B and reduced Apolipoprotein A—has emerged as a more accurate cardiometabolic risk indicator than conventional lipid measurements. This community service program aimed to enhance early detection and health education regarding apolipoprotein profiles among the elderly population in South Jakarta. A total of 99 participants (mean age 71.85 years; 71.7% female) underwent ApoA and ApoB testing and received targeted health education. Results showed that 16.2% of participants had elevated ApoB levels, while all participants (100%) exhibited ApoA levels within the high-risk category. Based on the ApoB/ApoA ratio, 25.3% of participants were classified as having high cardiovascular risk. These findings highlight the need to integrate apolipoprotein-based screening into primary healthcare services, supported by educational interventions focusing on lifestyle modification, to help reduce the community burden of cardiovascular disease.