Penelitian untuk mendeskripsikan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan pemuda antaragama dalam mengembangkan pemahaman dan pengetahuan tentang nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan identitas kebangsaan. Ini dilakukan sebagai langkah untuk menanggulangi penyebaran hoaks, berita negatif, intoleransi, dan radikalisme agama yang ramai di dunia digital. Pengabdian ini berfungsi juga untuk memaksimalkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh generasi muda, khususnya dalam mengelola dan memanfaatkan media sosial. Dengan memanfaatkan media sosial, diharapkan dapat memperkenalkan dan menyampaikan pesan-pesan edukasi mengenai toleransi kepada masyarakat secara umum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui lokakarya dan pelatihan Kelas Literasi Pluralisme yang diadakan dengan kerjasama Perkumpulan Oase Institute. Kelas ini dipandu oleh para ahli di bidangnya. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah: 1) Memberikan pemahaman kepada pemuda lintas iman tentang pentingnya konsep kebangsaan yang inklusif dan toleran serta berpandangan Pancasila; 2) Melatih kemampuan menulis kreatif dan kritis kepada pemuda lintas iman sebagai respons terhadap radikalisme, ekstremisme, dan terorisme; 3) Menampung karya tulis pemuda lintas iman dalam bentuk yang dapat diterbitkan di media online atau media sosial sebagai bentuk penggalangan toleransi dan perdamaian. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pengembangan komunitas, yaitu pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia atau masyarakat lokal melalui eksplorasi potensi, kreativitas, kemampuan berpikir, serta tindakan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini mencakup: 1) Publikasi karya di platform daring (website dan media sosial); 2) Penerbitan dalam jurnal nasional; 3) Liputan di media massa.
Copyrights © 2025