Penelitian ini menyajikan Systematic Literature Review (SLR) yang mengkaji tren penelitian teknologi imersif—Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Mixed Reality (MR)—dalam pembelajaran sains di Indonesia selama periode 2015–2025. Dengan mengikuti kerangka PRISMA, sebanyak 1.060 artikel teridentifikasi dari Google Scholar, dan 67 studi empiris memenuhi kriteria inklusi yang berfokus pada jenjang pendidikan formal (SD hingga perguruan tinggi) serta bidang fisika, biologi, dan kimia. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR mendominasi penelitian teknologi imersif di seluruh jenjang dan bidang studi, sementara VR digunakan secara moderat, terutama pada jenjang SMA dan perguruan tinggi. MR masih sangat terbatas, menandakan tahap awal pengembangannya dalam konteks pendidikan Indonesia. Fisika menjadi bidang studi yang paling siap mengadopsi VR dan MR karena karakteristik konsepnya yang abstrak dan spasial. Secara temporal, puncak publikasi terjadi pada periode 2020–2022. Selain tren teknologi, SLR ini menegaskan pentingnya integrasi pedagogis yang disengaja, mencakup desain pengalaman belajar, pengelolaan aspek emosional, dan transfer pengetahuan. Temuan ini mengungkap kesenjangan riset utama serta memberikan implikasi bagi kebijakan pendidikan dan arah penelitian pembelajaran imersif di Indonesia
Copyrights © 2025