Tradisi tumpengan merupakan warisan budaya Jawa yang mengandung nilai filosofis dan religius, serta berfungsi sebagai media integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi nilai Islam dan budaya Jawa dalam tradisi tumpengan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Nawwir Quluubanaa Wonosobo serta relevansinya terhadap pembentukan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tumpengan memuat nilai-nilai Islam, seperti syukur dan ketauhidan, ukhuwah Islamiyah, dan keikhlasan, yang tercermin dalam praktik kebersamaan, doa, dan berbagi makanan. Selain itu, tradisi ini merefleksikan nilai budaya Jawa berupa guyub, rukun, tepa selira, serta konsep selametan sebagai upaya menjaga harmoni sosial dan spiritual. Pelaksanaan tumpengan di PPTQ Nawwir Quluubanaa tidak bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan menjadi bentuk akulturasi yang memperkuat nilai religius dan sosial santri. Oleh karena itu, tradisi tumpengan tetap relevan sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya Islam-Jawa di era modern.
Copyrights © 2026