Ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan merupakan isu strategis yang perlu ditangani secara terintegrasi, khususnya di Desa Cigadog, Kabupaten Tasikmalaya, yang masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya produktivitas pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Optimalisasi Akuaponik Drum: Integrasi Budidaya Ikan Lele dan Kangkung” bertujuan menawarkan solusi inovatif melalui penerapan sistem akuaponik drum sebagai model usaha produktif berbasis rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat, penyusunan modul pelatihan, kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis, workshop aplikatif, serta pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan mereplikasi sistem secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat terhadap konsep akuaponik, dari 32% sebelum program menjadi 87% setelah pelatihan, serta terbentuknya beberapa unit akuaponik sederhana sebagai percontohan produksi lele dan kangkung. Selain itu, program ini menghasilkan modul panduan, luaran publikasi ilmiah, serta perumusan strategi keberlanjutan berbasis kolaborasi dan penguatan kelembagaan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa akuaponik drum efektif mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Copyrights © 2026