Perkembangan pesat teknologi digital dan meningkatnya kompleksitas tantangan pendidikan mendorong perlunya transformasi pendidikan matematika yang tidak lagi berfokus pada penguasaan prosedural semata, tetapi mengarah pada pembelajaran yang reflektif, kritis, dan bermakna. Dalam konteks ini, integrasi filsafat ilmu yang mencakup dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dengan teknologi digital dipandang sebagai fondasi strategis dalam membangun pendidikan matematika yang adaptif dan humanistik. Namun demikian, berbagai studi menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan inovatif dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya terkait kompetensi digital guru, pemahaman filosofis, serta pemerataan akses teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis integrasi filsafat ilmu dan teknologi digital dalam pendidikan matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Sebanyak 26 artikel bereputasi yang terbit pada rentang tahun 2007-2025 dianalisis menggunakan teknik thematic coding untuk mengidentifikasi pola dominan, model integrasi, serta tantangan implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu berperan penting sebagai landasan dalam membangun pembelajaran matematika yang reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Sementara itu, pemanfaatan teknologi digital melalui perangkat lunak interaktif, platform e-learning, dan model pedagogis inovatif seperti TPACK dan pembelajaran berbasis proyek terbukti meningkatkan keterlibatan, kolaborasi, dan literasi matematika peserta didik. Meski demikian, tantangan berupa disparitas infrastruktur digital, keterbatasan pelatihan profesional, dan penggunaan teknologi yang masih bersifat substitutif masih mendominasi praktik di lapangan. Kajian ini menegaskan urgensi sinergi antara fondasi filosofis dan inovasi digital untuk mewujudkan pendidikan matematika yang adaptif, etis, dan bermakna di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Copyrights © 2025