Penelitian ini mengkaji bagaimana supervisi dalam penerapan Kurikulum Merdeka berpengaruh pada kualitas pendidikan Islam di MAN 1 Medan. Kurikulum Merdeka, yang berlandaskan KMA 347 Tahun 2022, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penguatan karakter, penguasaan keterampilan abad ke-21, serta integrasi nilai-nilai Islam melalui Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA). Dengan pendekatan evaluatif deskriptif-kualitatif menggunakan Model CIPP, penelitian ini melibatkan Wakil Kepala Madrasah sebagai informan utama. Hasilnya menunjukkan bahwa supervisi di madrasah berjalan cukup terstruktur melalui tahap pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi, melibatkan pimpinan dan guru senior sebagai evaluator. Dukungan supervisi ini memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka, terlihat dari meningkatnya profesionalisme guru, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, serta pembelajaran berbasis proyek yang membantu siswa berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan memperkuat karakter Islami. Namun, masih ada hambatan seperti persepsi guru yang salah tentang supervisi dan tingginya beban administrasi pimpinan. Tantangan ini diatasi melalui pendekatan kekeluargaan, pelatihan rutin, dan pembelajaran antar-guru. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang konsisten dan terencana menjadi faktor penting dalam menjaga mutu internal dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam di MAN 1 Medan.
Copyrights © 2025