Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan usaha kecil berbasis ekonomi biru melalui digitalisasi manajemen usaha dan pemasaran produk kerupuk jeruju di Desa Kwala Serapuh, Kabupaten Langkat. Permasalahan utama mitra meliputi proses produksi yang masih manual, pencatatan keuangan yang belum sistematis, serta pemasaran yang terbatas pada lingkup lokal. Solusi yang ditawarkan mencakup pengadaan mesin pengadon dan pencetak kerupuk, penerapan aplikasi akuntansi sederhana, serta pengembangan platform e-commerce. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi teknologi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta. Pengetahuan e-commerce meningkat dari 30% menjadi 80%, keterampilan e-commerce dari 25% menjadi 75%, pengetahuan akuntansi dari 35% menjadi 85%, keterampilan akuntansi dari 20% menjadi 70%, serta sikap dan partisipasi dari 40% menjadi 90%. Selain itu, penggunaan mesin produksi mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 300% serta efisiensi biaya sebesar 48,75%. Temuan ini membuktikan bahwa modernisasi produksi dan digitalisasi manajemen usaha dapat meningkatkan daya saing, akuntabilitas, serta keberlanjutan UMKM pesisir dalam mendukung ekonomi biru. Kebaruan dari kegitan ini terletak pada integrasi pemantauan produksi, pencatatan keuangan digital berbasis aplikasi ringan, dan pemasaran digital terarah ke dalam satu model operasional yang disesuaikan dengan dinamika pesisir dan rantai nilai jeruju. Pendekatan ini menghadirkan indikator kinerja digital baru yang memadukan efisiensi proses, transparansi keuangan, dan perluasan pasar dalam kerangka blue economy. Kata Kunci : Ekonomi Biru; Digitalisasi; E-commerce; Akuntansi Sederhana; UMKM Pesisir.
Copyrights © 2026