Cedera olahraga pada remaja merupakan masalah dengan prevalensi tinggi (>12% pada usia 12-15 tahun). Tingginya angka cedera ini dipicu oleh kurangnya pemahaman tentang teknik, pemanasan, nutrisi, dan peralatan yang tidak memadai. Oleh karena itu, edukasi dan pembekalan keterampilan penanganan cedera sangat krusial bagi siswa aktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pencegahan dan penanganan cedera olahraga melalui edukasi terstruktur dan simulasi praktis, guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tanggap. Metode yang digunakan adalah penyuluhan (edukasi) dan pelatihan (simulasi). Materi simulasi meliputi penanganan cedera awal (PRICE), pencegahan kram otot, pemeriksaan cepat di lapangan (TOTAPS), teknik balut, bidai, mobilisasi, dan penanganan kegawatdaruratan lainnya. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta checklist keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif, dibuktikan dengan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan siswa peserta. Kata Kunci : Cedera; Olahraga; Siswa
Copyrights © 2026