Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi perilaku bullying di MTs Muhammadiyah 22 Kota Padangsidimpuan. Bullying merupakan bentuk perilaku agresif yang dapat menghambat perkembangan sosial dan akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang terjadi didominasi oleh bentuk verbal, seperti ejekan dan panggilan tidak pantas. Peran guru dalam mengatasi bullying diwujudkan melalui tiga pendekatan utama: preventif (pencegahan) dengan menciptakan iklim kelas yang positif dan integrasi nilai-nilai anti-bullying; kuratif (penanganan saat terjadi) dengan respons cepat, mediasi, dan konsekuensi yang mendidik; serta rehabilitatif (pemulihan dan tindak lanjut) melalui pemantauan, konseling, dan kolaborasi dengan orang tua. Strategi yang diterapkan guru lebih menekankan pada pendekatan persuasif, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan, dan pemberian sanksi yang edukatif, dibandingkan hukuman represif. Keseluruhan upaya dilakukan secara terkoordinasi antara guru dan wakil kepala madrasah bidang kesiswaan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.Kata Kunci: Peran guru, Perilaku Bullying, Pendidikan Karakter
Copyrights © 2025