Kekerasan seksual terhadap anak merupakan masalah serius yang berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Di Indonesia, termasuk Aceh, kasus kekerasan seksual masih cukup tinggi, terutama pada anak usia sekolah dasar yang belum memahami cara melindungi diri. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN Perumnas Peunyareng, Aceh Barat, dengan tujuan memberikan edukasi pencegahan kekerasan seksual sejak dini. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan simulasi praktis, termasuk pengenalan konsep “bagian tubuh pribadi” yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas V–VI dengan dukungan guru dan pihak sekolah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang bentuk kekerasan seksual, cara mengenali situasi berisiko, dan langkah melapor pada orang dewasa terpercaya. Edukasi ini juga memperkuat peran guru dan orang tua dalam membangun lingkungan aman. Kesimpulannya, pembekalan anak dengan pengetahuan dan keterampilan perlindungan diri, termasuk pemahaman batasan anggota tubuh, sangat penting untuk mencegah kekerasan seksual dan mendukung tumbuh kembang yang sehat.
Copyrights © 2025