Indonesia sedang mengalami akselerasi ekonomi digital yang eksponensial, namun bonus demografi yang didominasi oleh Generasi Z menghadapi paradoks kesenjangan keterampilandigital produktif. Penelitian berbasis pengabdian masyarakatini bertujuan untuk mentransformasi literasi digital konsumtifmenjadi kompetensi wirausaha produktif pada 76 siswa SMK Ma'Arif Purbolinggo, Lampung Timur—sebuah wilayah non-perkotaan yang merepresentasikan tantangan pemerataanketerampilan nasional. Program ini diimplementasikan dariApril hingga September 2025 menggunakanmetode Participatory Action Research (PAR) yang terstrukturdalam lima tahapan: sosialisasi, pelatihan intensif (content creation dan copywriting), penerapan teknologi, pendampingan, dan strategi keberlanjutan. Pengukurandampak menggunakan pendekatan mixed-methods, yang mengombinasikan data kuantitatif dari pre-test dan post-test dengan analisis kualitatif melalui penilaian portofolio dan wawancara semi-terstruktur. Hasil evaluasi menunjukkanpeningkatan signifikan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis pemasaran digital sebesar 60%. Secarakualitatif, terjadi pergeseran pola pikir mendasar, di mana seluruh peserta (100%) berhasil menciptakan portofoliodigital awal dan lebih dari 70% aktif memproduksi kontenperdana. Program ini berhasil menanamkan fondasiketerampilan teknis menggunakan low-barrier tools sepertiCanva dan CapCut, serta membangun kesadaran personal branding sebagai modal awal memasuki ekonomi kreatif. Model intervensi ini terbukti efektif dan dapat direplikasiuntuk memperkuat ekosistem wirausaha digital di tingkatlokal, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan talenta digital nasional.
Copyrights © 2025