Penelitian ini membahas transformasi tuturan dalam bahasa Aceh yang terjadi di kalangan masyarakat Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Bahasa Aceh, sebagai identitas budaya masyarakat Aceh, mengalami perubahan signifikan dalam konteks sosial, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari penutur asli lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kosakata tradisional dalam bahasa Aceh mengalami penyusutan, perubahan makna, atau digantikan oleh kosakata dari bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Selain itu, bentuk tuturan yang mengandung nilai-nilai budaya seperti kesantunan, adat, dan kearifan lokal mulai ditinggalkan dalam interaksi sosial sehari-hari. Faktor-faktor seperti globalisasi, teknologi, pendidikan, dan kurangnya transmisi bahasa antar generasi menjadi penyebab utama transformasi tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya revitalisasi dan pelestarian bahasa Aceh melalui pendidikan formal, media sosial, dan keterlibatan masyarakat lokal agar identitas budaya tidak hilang ditelan zaman. Kata Kunci: Tuturan, Bahasa Aceh, Transformasi Bahasa, Pidie, Pidie Jaya, Pelestarian
Copyrights © 2025