Perkembangan sosial dan emosional berperan penting dalam kemampuan interaksi, pengelolaan emosi, dan prestasi akademik peserta didik. Anak yang berasal dari keluarga broken home sering menghadapi tantangan psikologis akibat perceraian, perpisahan, atau ketidakstabilan emosional orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kondisi broken home terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik serta strategi pendukung yang dapat diterapkan oleh guru. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap berbagai penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak broken home cenderung mengalami kesulitan membangun hubungan sosial, konflik emosional internal, serta rentan terhadap stres dan kecemasan. Strategi efektif meliputi penciptaan lingkungan sekolah yang aman, penguatan keterampilan sosial-emosional, komunikasi dengan orang tua atau wali, serta deteksi dini masalah psikologis. Peran guru menjadi kunci dalam mendukung perkembangan optimal peserta didik.
Copyrights © 2026