Kesehatan peserta didik merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran. Salah satu perilaku dasar yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Observasi awal di SDN 9 Nagrikaler menunjukkan rendahnya kesadaran siswa dalam melakukan cuci tangan secara tepat, seperti tidak menggunakan sabun dan tidak mengikuti langkah kesehatan yang dianjurkan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya keluhan kesehatan serta menurunnya kehadiran siswa. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program edukasi kesehatan melalui pemberdayaan Dokter Kecil sebagai tutor sebaya (peer teaching). Metode ini melibatkan pelatihan, pembekalan materi, praktik sosialisasi, serta pendampingan oleh mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait praktik cuci tangan yang benar. Siswa mulai konsisten mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Dokter Kecil efektif berperan sebagai agen perubahan, terlihat dari meningkatnya kemandirian siswa dalam saling mengingatkan pentingnya mencuci tangan. Dukungan sekolah, penyediaan sarana seperti sabun dan poster, serta pemantauan lanjutan memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, penerapan metode peer teaching terbukti efektif dalam membangun budaya hidup bersih di sekolah serta berkontribusi pada pencapaian tujuan SDGs poin 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan.
Copyrights © 2026