Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE ROLE OF ISLAMIC SPIRITUALITY IN PREVENTING BURNOUT IN UNIVERSITY STUDENTS Mutmainah, Elsa; Tryzulhijah, Riana; Alfian, Ripan; Fajrussalam, Hisny
Khatulistiwa Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v15i2.3558

Abstract

The purpose of this study is to analyze whether there is a role of Islamic spirituality in preventing burnout in college students as well as the relationship between Islamic spirituality and burnout. The research method used is this research design using a descriptive qualitative approach. With literature study and filling out questionnaires through g-forms as data collection methods. The results of this study indicate that there is a role of Islamic spirituality in preventing burnout in college students. This can be seen from the percentage level of Islamic spirituality, which is 52.5% in the good category, 32.5% in the very good category. 12.5% are in the good enough category, and only 2.5% are in the bad category. While the burnout level shows that 35% are in the very good category, and 37.5% are in the good category, 17.5% are in the good enough category, while the rest, namely 7.5% and 2.5% are in the bad and very bad categories. This shows that the higher the level of one's Islamic spirituality, the lower the level of burnout in a person. In addition, there is a relationship between Islamic principles such as tawakal, prayer and dhikr, time management and life balance (Wasathiyah), patience and gratitude which have a relationship with Burnout. Islamic spirituality has a role in preventing burnout in students who are used as coping in dealing with various pressures and difficulties.
Edukasi Kesehatan melalui Pemberdayaan Dokter Kecil untuk Meningkatkan Kebiasaan Cuci Tangan di Sekolah Tryzulhijah, Riana; Azizah, Sinta Putri Nur; Fajrussalam, Hisny; Indiriani, Tristia Layla; Putri Maharani, Ajeng; Rahayu, Aulia Pebriyanti; Robiah, Siti; Maulida, Syaira
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3475

Abstract

Kesehatan peserta didik merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran. Salah satu perilaku dasar yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Observasi awal di SDN 9 Nagrikaler menunjukkan rendahnya kesadaran siswa dalam melakukan cuci tangan secara tepat, seperti tidak menggunakan sabun dan tidak mengikuti langkah kesehatan yang dianjurkan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya keluhan kesehatan serta menurunnya kehadiran siswa. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program edukasi kesehatan melalui pemberdayaan Dokter Kecil sebagai tutor sebaya (peer teaching). Metode ini melibatkan pelatihan, pembekalan materi, praktik sosialisasi, serta pendampingan oleh mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait praktik cuci tangan yang benar. Siswa mulai konsisten mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Dokter Kecil efektif berperan sebagai agen perubahan, terlihat dari meningkatnya kemandirian siswa dalam saling mengingatkan pentingnya mencuci tangan. Dukungan sekolah, penyediaan sarana seperti sabun dan poster, serta pemantauan lanjutan memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, penerapan metode peer teaching terbukti efektif dalam membangun budaya hidup bersih di sekolah serta berkontribusi pada pencapaian tujuan SDGs poin 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan.