Ikan nila (Oreochromis niloticus) dikenal sebagai ikan konsumsi dengan harga terjangkau, pertumbuhan cepat, serta mudah dibudidayakan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi para pembudidaya tradisional adalah keterbatasan lahan, kualitas air yang fluktuatif, serta rendahnya produktivitas. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi modern dalam budidaya ikan yang dapat menjawab tantangan tersebut. Melalui RAS, kualitas air dapat dikontrol karena air terus disirkulasikan melalui filter mekanis maupun biologis. Dengan demikian, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat, padat tebar dapat diperbesar, penggunaan air lebih efisien serta ramah lingkungan. Lembaga Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi usaha perikanan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila dengan RAS adalah anggota JATAM memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan modern, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong tumbuhnya sentra-sentra perikanan berbasis komunitas yang berdaya saing, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penerapan budidaya ikan nila dengan RAS di lingkungan JATAM Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Berdasarkan pengamatan dan nilai rata-rata pre test (56±11,05), post test (71,33±14,45) dan nilai P-value 5,99×10-5 (< 0,05) maka kegiatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan tingkat kepuasan peserta sangat puas.
Copyrights © 2025