Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG MANGGIS Garcinia mangostana L. Diniatik, Diniatik; Suparman, Suparman; Anggraeni, Dewi; Amar, Ibnu
Pharmaciana Vol 6, No 1 (2016): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.576 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v6i1.3314

Abstract

Antioxidant was a compound which possessed an activity as scavenger of free radicals. This study was aimed to examine the antioxidant activity of ethanolic extract from leaves and skin barks of Garcinia mangostana. Antioxidant activity were evaluated by using DPPH method for ethanolic extract in serial concentration of 800, 400, 200 and 100ug/mL. The result found that ethanolic extract of leaves and skin barks of Garcinia mangostana showed antioxidant activity with IC50 value of 674.947 ug/mL and 565.759 ug/ml, they were eleven and ten times weaker than d-α-tocopherol (IC50 57,114 ug/mL) which were used as a control. In conclusion, EE from leaves and skin barks of Garcinia mangostana exhibited an activity as scavenger of free radicals from DPPH.
POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS HASIL HIDROLISIS EKSTRAK ETANOL DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol, (Bl.) Hook f. & Th.) DENGAN METODE DPPH Diniatik, Diniatik
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.563 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7776

Abstract

Tanaman kepel secara empiris digunakan sebagai diuretik dan pencegahan peradangan ginjal. Daunnya mengandung polifenol dan flavonoid, sedangkan daging buah, biji, dan akar mengandung saponin, flavonoid dan polifenol. Dalam penelitian ini dilakukan deteksi kandungan flavonoid dalam daun kepel dan potensi radikal bebas secara kualitatif. Simplisia daun kepel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan penyari etanol sebagai solven, kemudian diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Sebagian ekstrak etanol daun kepel dihidrolisis dengan menggunakan HCl 2N selama 30 menit, kemudian difraksinasi dengan eter. Ekstrak etanol, fraksi eter, dan fraksi air asam diidentifikasi golongan senyawanya menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika F254 dan dua macam fase gerak BAW (n-butanol: asam asetat: air = 3:1:1) dan kloroform: metanol (8:2). Hasil kromatogram menunjukkan bahwa bercak golongan senyawa flavonoid dalam fraksi eter dan air asam dari hasil hidrolisis ekstrak etanol daun kepel mempunyai potensi sebagai penangkap radikal bebas difenilpikrilhidrazil (DPPH).
STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN SUB KELAS ROSIDAE DAN PENGGUNAANNYA SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Suparman Suparman; Diniatik Diniatik; yah Kusumaningrum; Yulianto Yulianto
Sainteks Vol 9, No 2 (2012): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v9i2.226

Abstract

This study aims to know the medical plants of Rosidae sub class and Zingiberaceae family and the usage as a traditional medicine by people of Baturraden subdistrict, Banyumas regency. The method to be used was a qualitative approach by observation without participan. Observation was done to observe the knowledge of the indigenous peoples about medicinal plants. Data were collected by using semi-structured interview. Specimens were collected from the growing sites with the help of key informants. Analysis was done by two main approaches: medicinal etnobotany and chemotaxonomie. People used the medicinal plants for traditional healing. 22 species from 8 families of Rosidae sub class and 16 species from Zingiberaceae were reported to be used by them as medicines. Keywords: Ethnobotany, Baturraden Subdistrict, Rosidae sub class, Zingiberaceae
Antibacterial (Staphylococcus aureus and Escherichia coli) and Antifungal (Saccharomyces cerevisiae) Activity Assay on Nanoemulsion Formulation of Ethanol Extract of Mangosteen Leaves (Garcinia mangostana L.) as Fruit Preservative Diniatik Diniatik; Rosiana Sofia Anggraeni
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 9, No 1 (2021): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Institute for Halal Industry and System (IHIS) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.1008

Abstract

Fruits after harvesting will decay faster if not handled properly. Fruits can be demaged by bacterial and fungal. Mangosteen leaves contain xanthons which are antibacterial and antifungal. 50% ethanol extract of mangosteen leaves is formulated in Nanoemulsion preparations using the SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) method. The mangosteen leaves 50% ethanol extract nanoemulsion formulation consisted of VCO (Virgin Coconut Oil) as oil, tween 80 as surfactant, and PEG 400 as cosurfactant. There are 3 formulations with variations in the concentration of mangosteen leaves ethanol extract, there are concentrations of 1%, 2%, and 3%. All formulations have a T% of more than 90%. The results of the particles measurement of nanoemulsion using PSA were in formulation 1 amounting to 16.1 nm; formula 2 is 16.7 nm; and formula 3 is 16.6 nm. The zeta potential characterization shows that formula 1 has a zeta value of -40.9 mV. The three formulations had a pH of 5. The largest inhibitory zone in the mangosteen leaf ethanol extract against S.aureus and E. coli bacteria were 11.08 mm and 5.87 mm respectively. Whereas in the S. cerevisiae antifungal test there was no inhibition zone at all concentrations. In the antibacterial and antifungal tests nanoemulsion preparations did not produce inhibitory zones in each concentration. Nanoemulsion preparations can retain the quality of strawberries when compared to the non-nanoemulsion preservative group, both in room storage and refrigerator temperature. The best preservative result is when the fruit is coated with nanoemulsion preservative and stored in refrigerator temperature.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG MANGGIS Garcinia mangostana L. Diniatik Diniatik; Suparman Suparman; Dewi Anggraeni; Ibnu Amar
Pharmaciana Vol 6, No 1 (2016): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.576 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v6i1.3314

Abstract

Antioxidant was a compound which possessed an activity as scavenger of free radicals. This study was aimed to examine the antioxidant activity of ethanolic extract from leaves and skin barks of Garcinia mangostana. Antioxidant activity were evaluated by using DPPH method for ethanolic extract in serial concentration of 800, 400, 200 and 100ug/mL. The result found that ethanolic extract of leaves and skin barks of Garcinia mangostana showed antioxidant activity with IC50 value of 674.947 ug/mL and 565.759 ug/ml, they were eleven and ten times weaker than d-α-tocopherol (IC50 57,114 ug/mL) which were used as a control. In conclusion, EE from leaves and skin barks of Garcinia mangostana exhibited an activity as scavenger of free radicals from DPPH.
POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS HASIL HIDROLISIS EKSTRAK ETANOL DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol, (Bl.) Hook f. & Th.) DENGAN METODE DPPH Diniatik Diniatik
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.563 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7776

Abstract

Tanaman kepel secara empiris digunakan sebagai diuretik dan pencegahan peradangan ginjal. Daunnya mengandung polifenol dan flavonoid, sedangkan daging buah, biji, dan akar mengandung saponin, flavonoid dan polifenol. Dalam penelitian ini dilakukan deteksi kandungan flavonoid dalam daun kepel dan potensi radikal bebas secara kualitatif. Simplisia daun kepel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan penyari etanol sebagai solven, kemudian diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Sebagian ekstrak etanol daun kepel dihidrolisis dengan menggunakan HCl 2N selama 30 menit, kemudian difraksinasi dengan eter. Ekstrak etanol, fraksi eter, dan fraksi air asam diidentifikasi golongan senyawanya menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika F254 dan dua macam fase gerak BAW (n-butanol: asam asetat: air = 3:1:1) dan kloroform: metanol (8:2). Hasil kromatogram menunjukkan bahwa bercak golongan senyawa flavonoid dalam fraksi eter dan air asam dari hasil hidrolisis ekstrak etanol daun kepel mempunyai potensi sebagai penangkap radikal bebas difenilpikrilhidrazil (DPPH).
Pemanfaatan Limbah Nanas (Ananas comosus) dalam Teknologi Produksi VCO (Virgin Coconut Oil) di Cabang Aisiyah Purwokerto Selatan Banyumas Ade Rusman; Diniatik Diniatik; Ana Andriani
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Vol 7, No 2/Nov (2021): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v7i2/Nov.9910

Abstract

Pemanfaatan hasil pertanian sebaiknya makin ditingkatkan, perlunya diversifikasi produk sangat dibutuhkan. Melimpahnya kelapa di Kabupaten Banyumas merupakan tantangan bagi kita semua untuk menambah varian produk, yaitu VCO. Hal ini bisa dengan memanfaatkan limbah kulit nanas, yang dihasilkan dari daerah yang berdekantan dengan yaitu Kabuaten Pemalang dan Purbalingga. Kedua Kabupaten ini menghasilkan nanas terbanyak pertama dan kedua se propinsi Jawa Tengah. Pembuatan VCO ini melalui sebuah acara pendidikan dan pelatihan di Cabang Aisiyah Purwokerto Selatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang manfaat VCO, dilanjutkan pelatihan pembutan VCO, pengemasan VCO. Pendidikan dan pelatihan ini melibatkan mahasiswa farmasi, dengan target peserta adalah ibu-ibu Aisiyah, harapannya beberapa produk VCO dan metode pengemasan dapat diberikan. Adanya varian produk dari tanaman kelapa berpotensial menjadi tambahan dalam pemasukan pada keluarga. Berdasarkan kuisoner yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta pada saat posttest (8,07) meningkat sebesar 1,22 poin dibandingkan prestest (6,85). Berdasarkan diskusi dapat diketahui bahwa VCO ternyata lebih luas pemanfaatannya di daerah tersebut, namun beberapa ibu-ibu Aisiyah ini tidak tahu bahwa itu adalah VCO yang dibuat dari kelapa dan bisa dibuat dengan menggunakan limbah kulit nanas yang melimpahLuaran yang ditargetkan adalah leaflet yang didaftarkan dalam kekayaan intelektual.
STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERLIPIDEMIA DI KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP Diniatik - Diniatik; Deby Inda Lestari; Githa Fungie Galistiani
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Vol 7, No 2/Nov (2021): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.219 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v7i2/Nov.10095

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan di Indonesia sudah dilakukan  secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari salah satunya sebagai pengobatan.Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan sosial budaya akan menurunkan perluasan hutan dan pengetahuan dalam pengobatan tradisional. Penyakit Tidak Menular (PTM) yang secara global PTM penyebab kematian nomor satu adalah penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Gangguan Kardiovaskular merupakan salah satu golongan penyakit yang menjadi perhatian dan prioritas dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit di Kabupaten Cilacap. Pada penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan dan cara pengolahan tumbuhan pada penyakit stroke di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan dilanjutkan kajian etnofarmakologis dengan teknik wawancara semi struktur .Total responden adalah 59 responden pada penelitian ini adalah pengobat tradisional (BATTRA) di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 24 suku tumbuhan yang digunakan sebagai penyakit hiperlipidemia. Suku tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu Acanthaceae dan Annonaceae masing-masing sebanyak (12,5%) dan yang paling banyak digunakan yaitu (Annona muricata L.) sebagai obat tradisional untuk pencegahan penyakit hiperlipidemia di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap dan cara pengolahan tumbuhan sebagai obat tradisional paling banyak digunakan dengan cara direbus (55,81%.) di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.
Optimasi Formula Sediaan Losion Tabir Surya dari Ekstrak Etanol Terpurifikasi Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Dengan Metode Simplex Lattice Design Yeyen Dwi Iryani; Ika Yuni Astuti; Diniatik Diniatik
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.504 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.145-156.2021

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) mengandung senyawa xanton yang memiliki aktivitas farmakologis dimana salah satu turunan xanton  α-mangostin bekerja sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etanol yang menghasilkan ekstrak dengan jumlah xanton tertinggi, menguji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak terpurifikasi serta mengoptimasi formula sediaan losion tabir surya dari ekstrak terpurifikasi kulit manggis.Optimasi formula losion dilakukan menggunakan software Design Expert® versi 11 dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi, asam stearat dan trietanolamin. 14 formula losion dievaluasi nilai SPF, pH dan viskositasnya untuk penentuan formula optimum. Formula optimum selanjutnya diuji nilai SPF, ph dan viskositas untuk membandingkan prediksi software dan hasil percobaan. Selain itu dilakukan uji daya sebar, daya lekat serta stabilitas mekanis terhadap formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan kandungan xanton dalam ekstrak etanol 50% sebesar 20,42%, ekstrak etanol 70 % sebesar 29,88% dan ekstrak etanol 96% sebesar 64,57%. Ekstrak terpurifikasi kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,53 dan nilai AAI 14,46 serta memiliki nilai SPF 8,94 pada konsentrasi 50 µg/ml. Formula optimum yang diperoleh memiliki nilai SPF 7,49 ± 0,0297, kekentalan 21.166,666 cp ± 10,41 serta pH 6,490 ± 0,0404, daya sebar 7,833333 ± 0,15, daya lekat 2,03 ± 0,01.
PERBANDINGAN KADAR ETANOL HASIL FERMENTASI UWI VARIETAS PUTIH, UNGU, DAN ORANGE (Dioscorea alata L.) Nina Yuniawati; Sabikis Sabikis; Diniatik Diniatik
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.577

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan Perbandingan Kadar Etanol Hasil Fermentasi Uwi Varietas Putih, Ungu dan Orange (Dioscorea alata. L). Penetapan kadar etanol digunakan alat spektrofotometer UV-Vis secara mikrodifusi dengan alat cawan Conway. Panjang gelombang maksimum yang didapat pada 446 nm, persamaan garis regresi yang diperoleh y = -0,3765x + 0,7835. Hasil validasi metode diperoleh akurasi metode dan presisi alat yang baik dengan koefisien korelasi (r) -0,9983, dengan limit deteksi 0,0546 g/dL, limit kuantitasi 0,1821 g/dL. Dari hasil penetapan kadar uwi diperoleh kadar rata-rata sebesar 3,2998%; 2,6152%; 2,6947% berturut-turut untuk sampel uwi putih, uwi orange dan uwi ungu. Kadar etanol uwi sampel berbeda bermakna sesuai hasil uji anava, dimana diperoleh nilai signifikan P lebih kecil dari α (0,000 < 0,05). Kata kunci : Uwi (Dioscorea alata L.), etanol, spektrofotometri UV-Vis, cawan Conway, fermentasi, perbandingan kadar, mikrodifusi. ABSTRACT Has been done a comparation about Ethanol from Fermentation White, Purple, and Orange Uwi Variety. Determination of ethanol using UV-VIS spectophotometry according to microdifusion and using Conway dish. Beer’s law is obeyed maximum length at 446 nm and equality of regretion line obtained by y = -0.3765x + 0.7835. The result of validation method obtained accuration of method and good precision appliance with the correlation coefficient ( r ) -0.9983. Limit of detection 0.0546 g/dL. Limit of quantitation 0.1821 g/dL. From result determination of uwi’s sampels obtained by 3.2998%; 2,6152%; 2,6947% continued for white, orange and purple uwi’s samples. Rate of uwi’s samples have different meaning of according to result of ANAVA test obtained by meaning value (P) smaller than α value (0,000
Co-Authors Ade Rusman Agus Siswanto Agus Siswanto Aman Suyadi Ana Hidayati Mukaromah Andriani, Ana Anjar Mahardian Kusuma Anjar Mahardian Kusuma Annisa, Rully Ardiasa Prakoso Asmiyenti D. Djalil Budiman, Arif Deby Inda Lestari Dewi ANGGRAENI Dewi Anggraeni Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dyah Kusumaningrum Eddy Soemardi Egi Laila Solichati Egi Laila Solichati, Egi Laila Eka Retnowati Eka Wulansari Feni Nurul Hidayanti Feni Nurul Hidayanti, Feni Nurul Fitriyani Fitriyani Githa Fungie Galistiani Halida Suryadini Hamami Alfasani Dewanto Ibnu Amar Ibnu Amar, Ibnu Ika Nurzijah Ika Yuni Astuti Ika Yuni Astuti Inna Marfu’ah, Inna Inna Marfu’ah Iryani, Yeyen Dwi Katerina Zielda Deviana KHANINA INDRI Marsha, Ardiana Mr Suparman, Mr Mr Yulianto, Mr Muhamad Rifki Muslimah Muslimah Nervita Noor Izzati Nervita Noor Izzati, Nervita Noor Nina Yuniawati Nina Yuniawati, Nina Nur Fajrina Okti Purwaningrum Okti Purwaningrum, Okti Paula Mariana Kustiawan Pri Iswati Utami Regawa Bayu Pamungkas Reny Apriani Reny Apriani, Reny Rizki Kurniagusti Pertiwi Rosiana Sofia Anggraeni Rusman, Ade Sabikis Sabikis Sabikis Sabikis, Sabikis Sudarso Sudarso Sudarso Sudarso Sundhani, Elza Suparman Suparman suparman suparman Suparman Suparman Syarifa, Hasna Maulida Teguh Pribadi Tresna Asih Santoso Tresna Asih Santoso, Tresna Asih Wiranti Sri Rahayu Wiranti Sri Rahayu Wulansari, Eka yah Kusumaningrum Yeyen Dwi Iryani Yulianto Yulianto Zaenal Arifin Misgi Candra Dasa Zainur Rahman Hakim Zulfa Ika Setyaningsih