Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMAN 1 SOKARAJA MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN NATA DE COCO Hamad, Alwani; Puspawiningtyas, Endar; Pamungkas, Regawa Bayu
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Sokaraja adalah SMA yang terletak di Kabuaten Banyumas Jawa Tengah yang sebagian siswanya berasal dari golongan keluarga ekonomi menengah kebawah. Pengetahuan yang bersifat ketrampilan dan teknologi tepat guna diharapkan lebih banyak diberikan kepada siswanya agar setelah lulus nanti siswa mendapatkan bekal dalam berwirausaha. Salah satu teknologi tepat guna yang akan meningkatkan jiwa wirausaha siswa adalah pelatihan pembuatan nata de coco. Selain bahan baku dari limbah kelapa yang murah, nata merupakan makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah adalah memberi pelatihan kepada siswa  SMAN 1 Sokaraja tentang pembuatan  dan  contoh rencana bisnis sederhana nata de coco. Metode yang digunakan adalah pelatihan pembuatan nata de coco, diskusi mengenai faktor keberhasilan produk dan membuat rencana bisnis penjualannya. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta berhasi membuat nata de coco dan dapat memahami rencana bisnis yang diajarkan. Dari kegiatan dapat disimpulkan bahwa jiwa wirausaha siswa meningkat setelah pelatihan dan praktek.Kata kunci: wirausaha, Nata de coco, SMAN 1 Sokaraja, Teknologi Tepat Guna
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN MELALUI PELATIHAN DETEKSI KANDUNGAN FORMALIN DAN BORAKS Endar Puspawiningtyas; Regawa Bayu Pamungkas; Alwani Hamad
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 1 NOMOR 1 MARET 2017 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.341 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v1i1.1220

Abstract

ABSTRAK Bahan Tambahan Pangan (BTP) akan kita jumpai dalam makanan kita sehari – hari. Perlunya pengetahuan tentang penggunaan BTP bagi remaja tentunya akan menghindari konsumsi jajanan yang berbahaya. Tujuan kegiatan ini adalah : 1) Meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat, 2) Meningkatkan pengetahuan tentang bahan tambahan makanan yang berbahaya, 3) Meningkatkan keterampilan mengidentifikasi kandungan borak dan formalin dalam makanan,. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui ceramah, simulasi, demonstrasi, Kelompok sasaran kelompok Remaja Masjid Baitul Arqom (RIMBA) Hasil pengabdian menunjukkan bahwa : 1) ada peningkatan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dan pengetahuan mengenai bahan tambahan makanan yang berbahaya Kata Kunci : perilaku, hidup sehat, pengawet, formalin, boraks ABSTRACT Food Additives (BTP) will encounter in our daily food - today. The need for knowledge about the use BTP for adolescents will certainly avoid eating snacks that are dangerous. The purpose of this activity are: 1) Increasing knowledge about healthy behavior, 2) Improve knowledge of harmful food additives, 3) Improve the skills to identify the content of borax and formaldehyde in food,. The method used is public education through lectures, simulations, demonstrations, target Group Youth Masjid Baitul Arqom (jungle) devotion Results showed that: 1) there is an increased knowledge of healthy behavior and knowledge about the harmful food additives. Keywords: behavior, healthy life, preservative, formalin, borax
PENINGKATAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMA MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN NATA DE COCO Alwani Hamad; Regawa Bayu Pamungkas; Endar Puspawiningtyas
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i1.1788

Abstract

Kegiatan peningkatan jiwa wirausaha siswa pada kegiatan ilmiah masih sangat terbatas khususnya bidang kimia dan biologi untuk siswa-siswa IPA di SMA. Dengan dukungan peralatan laboratorium yang memadai, seharusnya kegiatan ilmiah di sekolah mampu menjadi pendorong jiwa wirausaha siswa. Namun sampai saat ini laboratorium jarang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan berbasis teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan di rumah. Tujuan dari program pengabdian ini adalah pelatihan pembuatan nata de coco yang bermaksud meningkatkan kemampuan jiwa wirausaha siswa. Kegiatan dilakukan selama empat kali pertemuan dengan materi pelatihan pembuatan nata de coco dan membuat contoh budget penjualannya. Hasil kegiatan praktikum ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dengan program dan setiap siswa dapat berlatih membuat nata de coco dan merancang budget penjualannya. Di akhir pelatihan semua peserta dapat membuat nata de coco dengan tingkat keberhasilan sebanyak 76.65% dan semua peserta pelatihan dapat membuat budget perancangan anggaran dalam pelatihan. Setelah pelatihan ini siswa mampu melakukan pembuatan sendiri dan menjual produknya.Kata kunci: Jiwa Wirausaha, Nata de coco, Teknologi tepat guna
Kinetika Pelepasan Nitrogen Dari Pupuk Urea Lepas Lambat ( Urea Slow Release, Sru) Matriks Zeolit Teraktivasi Regawa Bayu Pamungkas; Rifqi Ali Ridho
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 23, No 1 (2022): Techno Volume 23 NO.1 April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v23i1.11716

Abstract

Pupuk urea lepas lambat (SRU) dibuat dengan mendispersikan urea di matriks zeolit. Proses granulasi dilangsungkan menggunakan granulator piringan miring dengan perekat larutan pati. Penelitian pelepasan nitrogen dilakukan untuk mengatahui karakteristik lepas lambat. Penelitian ini bermaksud mengetahui model kinetika pelepasan nitrogen dari pupuk lepas lambat, serta pengaruh temperatur dan pH terhadap laju pelepasan nutrien dari pupuk SRF.Telah dikaji kinetika release menggunakan pendekatan model orde nol, model Higuchi, dan Korsmeyer-peppas. Analisis kecocokan didasarkan pada nilai koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kinetika yang memiliki nilai R2 tertinggi adalah model kinetika orde Kosmeyer-Peppas.
Activation of Carbon Using Microwave-Assisted Hydrochloric Acid for Urea Adsorbtion Regawa Bayu Pamungkas; Kiswatul Kharimah; Endar Puspawiningtiyas
Research in Chemical Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.87 KB) | DOI: 10.30595/rice.v1i1.10

Abstract

The activation of activated carbon using microwave-assisted hydrochloric acid (HCl) has been carried out. This objective of this study was to investigate the effects of the concentration of HCl (1M to 6 M) and time of microwave irradiation (5 to 25 mins) on the iodine number and urea adsorption. The results showed that the concentration of HCl had a significant effect on the quality of the activated carbon. Activation of carbon using 6 mol/L of HCl resulted the iodine adsorption capacity of 1002 mg/g and urea adsorption of 99 mg/g. Microwave irradition time also has a significant effect on the quality of activated carbon. The best microwave irradiation time showed at 25 minutes that resulted in iodine adsorption capacity of 1112 mg/g and urea adsorption capacity of 97 mg/g.
Optimization Of process parameters for microbial cellulose production from rice-washing wastewater (NATA-DE-LERI) By Acetobacter Xylinum Alwani Hamad; Giswantara Giswantara; Endar Pusapawiningtyas; Regawa Bayu Pamungkas; Abdul Haris Mulyadi
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 24, No 1 (2023): Techno Volume 24 NO.1 April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v24i1.16988

Abstract

Nata is a bacterial cellulose obtained from the fermentation of Acetobacter xylinum. It is often found in desserts as a health supplement because of its high fiber content. It is not only produced from coconut water, known as nata-de-coco but can also be produced from other sources, such as wastewater from rice washing, called nata-de-leri. This study aimed to optimize the parameters of bacterial cellulose (nata-de-leri) fermentation by statistical methods to improve production. First, the Placket-Burman Screening Design was applied to address the essential parameter components affecting nata-de-leri production. Eight factors are continuously checked, and unimportant elements are removed to obtain a smaller, more manageable set of characteristics. Second, a feedback surface method using Central Composite Design (CCD) was used to determine the optimal level of fermentation parameters using yield response. The results of this study show that sucrose concentration, CO(NH2)2 concentration, inoculum concentration and fermentation time are believed to be the main factors for nata production. The estimated optimal values nata-de-leri production when using 500 ml of rince washing wastewater are as follows: sucrose is 17.5 g; CO(NH2)2 is 12 g; volume of starter is 60 ml; fermentation time for 12 days. This results in a yield of 97.20%. From this study, the optimum yield in nata-de-leri is 20% larger than the baseline parameters
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT WARGA MUHAMMADIYAH DESA KARANGSOKA, BANYUMAS, TENTANG PENTINGNYA PRODUK HALAL Ika Yuni Astuti; Regawa Bayu Pamungkas; Arif Mulyanto
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8337

Abstract

Latar Belakang: Warga Muhammadiyah desa Karangsoka umumnya masih kurang mempraktekkan ajaran agama terkait halal haram, dan terbatas pada ritual saja. Kepedulian terhadap produk halal belum mendalam, hanya sekedar "tidak haram" tanpa mengantisipasi bahan yang diragukan. Perkembangan desa yang pesat dengan banyak tempat makan dan rumah potong hewan meningkatkan kebutuhan akan kesadaran produk halal. Jika kesadaran ini meningkat, akan berdampak positif bagi penduduk dan konsumen Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga Muhammadiyah ranting Karangsoka tentang pentingnya memproduksi dan menggunakan produk halal. Fokus pengabdian adalah memberikan penyuluhan terkait pentingnya produk halal, dari aspek agama dan kesehatan. Metode kegiatan: Metode pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, diskusi, dan evaluasi. Promosi kesehatan dilakukan selama 1 hari dengan penyuluhan tentang produk halal, haram, dan dampaknya terhadap keberagamaan dan kesehatan. Penyuluhan diberikan menggunakan modul dan bookle. Diskusi diadakan untuk mempertajam pemahaman dan mengetahui respon peserta. Kegiatan praktik dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga cara sederhana menyediakan dan pengurusan sertifikasi halal. Peserta diajarkan mengenali produk haram dan yang diragukan kehalalannya. Hasil pengabdian masyarakat: Dari evaluasi terhadap hasil pretest dan postest peserta selama kegiatan penyuluhan, skor pengetahuan tentang produk halal meningkat dari rata-rata 61 menjadi 70, sehingga ada peningkatan pengetahuan.
Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal Bagi Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah Banyumas Dini Nur Afifah; Regawa Bayu Pamungkas; Istianah -; Arif Mulyanto
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 3, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v3i01.14805

Abstract

Indonesia telah mencanangkan program sertifikasi halal sejak tahun 2014. Program ini dimaksudkan untuk  memberikan kepastian kehalalalan sehingga konsumen muslim terhindar dari produk haram. Ketentuan mengenai jaminan halal tercantum dalam undang undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Dalam Undang-undang tersebut ditegaskan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikasi halal (Pasal 4), oleh karena itu pemerintah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan JPH (Pasal 5). Selanjutnya, kebijakan tentang halal dikuatkan dan dimudahkan  pelaksanaannya  melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal pada tahun 2024. Melalui kedua undang-undang tersebut dapat dipahami bahwa produk pangan yang bersertifikasi halal memiliki potensi pasar yang lebih luas dibanding produk yang belum bersertifiaksi halal. Selain perusahaan besar, produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia juga diproduksi oleh usaha kecil mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha kecil mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan jenis usaha yang terbukti sangat kokoh menghadapi berbagai goncangan ekonomi. Pemulihan ekonomi nasional secara cepat dapat dilakukan dengan menggulirkan kembali roda UMKM.  Berdasarkan data yang terhimpun di Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas (ASPIKMAS), jumlah pengusaha UMKM di Banyumas mencapai kurang lebih 3500 orang. Jumlah ini menghasilkan produk makanan dan minuman yang cukup banyak. Sebagian kecil produk sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, namun sebagian besar dari produk makanan dan minuman yang dipasarkan saat ini belum mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH. Kendala utama dari permasalahan ini adalah, umumnya anggota ASPIKMAS belum memiliki wawasan yang cukup mengenai ruang lingkup kegiatan yang dapat memudahkan untuk mendapatkan sertifikasi halal.  Beberapa upaya telah dilakukan Asosiasi dalam membina anggota melalui pertemuan dan kegiatan pelatihan rutin. Namun demikian karena jumlahnya yang banyak dan tersebar, maka masih dipandang perlu untuk melakukan kolaborasi dengan institsusi pendidikan agar akselerasi pembinaannya semakin cepat. Oleh karena program IbM ini bekerjasama dengan ASPIKMAS mengadakan kegiatan pelatihan sistem jaminan produk halal. Hasil evaluasi kegiatan IbM menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam menyusun sistem jaminan produk halal. Hal ini dapat dievaluasi dari peningkatan hasil rata-rata post-test yang mencapai 81 poin. Nilai ini naik 31 % dibandingkan sebelum peserta mengikuti pelatihan.
Pelatihan Ekstraksi Zat Warna Alami dan Pengolahan Limbah Zat Warna Tekstil Bagi Pengrajin Batik di Banyumas Anwar Maruf; Regawa Bayu Pamungkas; Neni Damajanti; Abdul Haris Mulyadi; Dini Nur Afifah
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 3, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v3i02.17055

Abstract

Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah sebagai sentra pengrajin batik dalam bentuk usaha kecil dan menengah (UMKM). Proses pewarnaan batik tradisional di Kabupaten Banyumas pada umumnya menggunakan pewarna sintetis. Keunggulan pewarna batik sintetis adalah warnanya yang cerah dan tahan lama. Akan tetapi pewarna batik sintetis memiliki kelemahan, yaitu limbahnya dapat mencemari lingkungan karena tidak bisa terdegradasi.  Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberi pengetahan dan praktek teknik-teknik ekstraksi zat warna alami dan pengoalahn limbah zat warna kain batik. Peserta pelatihan adalah para pengrajin batik di kabupaten Banyumas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95% peserta memiliki skore diatas 80, hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan telah meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam ekstraksi zat warna alami dan pengolahan limbah.
Sosialisasi Titik Kritis Halal Pangan Cepat Saji Bagi Kader IMM Kabupaten Banyumas Dini Nur Afifah; Regawa Bayu Pamungkas; Neni Damajanti; Arif Prashadi Santosa
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v2i02.13974

Abstract

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. Berkaitan dengan makanan, dikenal istilah halal dan tayib. Halal tersebut berarti segala sesuatu yang diperbolehkan untuk dimakan menurut hukum Islam, sedangkan tayib berarti segala sesuatu yang aman untuk dikonsumsi, bersih, menyehatkan dan bermutu. Jaminan produk halal di Indonesia diatur dalam undang undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Melalui undang-undang tersebut maka dapat diketahui bahwa produk pangan yang bersertifikasi halal memiliki pasar yang lebih luas dibanding produk yang belum bersertifiaksi halal. Penerbitan sertifikat halal didahului dengan adanya audit. Namun sayangnya tahapannya memerlukan proses yang cukup rumit dan memerlukan ketelitian, sehingga masih banyak produk pangan yang belum bersertifikasi halal. Langkah antisipasi konsumsi makanan non halal oleh kelompok mitra yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi mengenai titik kritis bahan pangan. Transfer pengetahuan dilakukan dengan sosialisasi daring dan pembuatan poster mengenai tema terkait. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mengenai titik kritis pada produk pangan cepat saji meningkatkan pemahamaman kelompok mitra terhadap halal dan haram dari produk makanan. Berdasarkan hasil analisis nilai pre test dan post test diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahamaan kelompok mitra terhadap isi materi menajdi 81,33% (baseline nilai ≥60). Hal ini meningkat cukup pesat dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan yang hanya berkisar 32,06%.