Latar Belakang: Resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan biaya pelayanan kesehatan. Edukasi tentang penggunaan antibiotik yang bijak perlu diberikan sejak usia sekolah agar siswa dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai antibiotik dan resistensi antimikroba melalui edukasi interaktif.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 97 siswa SMA Al-Uswah Surabaya dengan metode seminar, diskusi, dan lomba media edukasi (video/poster). Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan terkait antibiotik dan resistensi antimikroba. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar dan peningkatan pengetahuan.Hasil: Rata-rata skor post-test meningkat dibandingkan pre-test. Peningkatan tertinggi pada pertanyaan mekanisme resistensi antibiotik (34,5%), terendah pada pemahaman dasar antibiotik (3,9%). Normalized gain (g=0,44) menunjukkan kategori peningkatan sedang.Kesimpulan: Edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang resistensi antimikroba. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah lain.
Copyrights © 2025