AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman masyarakat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Karang terhadap konsep wakaf produktif. Selama ini, praktik wakaf di masyarakat masih terbatas pada pembangunan masjid atau sarana ibadah, sementara potensi wakaf untuk pemberdayaan ekonomi dan pertanian belum optimal dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi wakaf produktif berbasis maqashid syariah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar wakaf dapat diarahkan pada kemaslahatan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan mitra PCM Tanjung Karang dengan jumlah peserta sebanyak 50 jamaah pengajian tetap yang terdiri dari tokoh masyarakat, takmir masjid, dan kader Muhammadiyah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengajian ketajihan sebanyak tiga kali pertemuan, ceramah interaktif, dan diskusi kelompok (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 70% berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Peserta dapat menjelaskan konsep wakaf produktif dan menunjukkan minat untuk menyalurkan wakaf uang melalui takmir masjid. Namun, keterbatasan waktu dan kehadiran peserta pada sesi terakhir menjadi kendala yang perlu dievaluasi. Kegiatan ini berhasil memperkuat pemahaman wakaf produktif sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat lokal. Kata kunci: wakaf produktif; literasi masyarakat; tarjih; maqashid syariah. Abstract This community service activity was carried out to answer the problem of low public understanding of the Tanjung Karang Muhammadiyah Branch Executive (PCM) on the concept of productive waqf. So far, the practice of waqf in the community is still limited to the construction of mosques or worship facilities, while the potential of waqf for economic and agricultural empowerment has not been optimally utilized. The purpose of this activity is to increase the literacy of productive waqf based on sharia maqashid and to foster public awareness so that waqf can be directed to sustainable socio-economic benefits. This activity involved PCM Tanjung Karang partners with a total of 50 permanent recitation congregations consisting of community leaders, mosque takmir, and Muhammadiyah cadres. The implementation method uses a participatory approach through the recitation of tajihan as many as three meetings, interactive lectures, and group discussions (FGD). The results of the activity showed an increase in public understanding by 70% based on the results of interviews and field observations. Participants were able to re-explain the concept of productive waqf and show interest in distributing money waqf through mosque takmir. However, the limited time and the attendance of participants in the last session are obstacles that need to be evaluated. This activity succeeded in strengthening the understanding of productive waqf as an instrument of the welfare of the local community. Keywords: productive waqf; community literacy; tarjih; maqashid sharia.
Copyrights © 2025