Artikel ini meneliti makna dan filosofi tradisi Peresean, sebuah seni pertunjukan tradisional Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peresean, yang dulunya merupakan ungkapan emosional para raja setelah peperangan, kini menjadi ajang adu ketangkasan dan keberanian menggunakan tongkat rotan dan perisai. Penelitian kualitatif ini, dilakukan di Desa Merembu, Lombok Barat, menggunakan metode wawancara dan dokumentasi untuk menggali makna Peresean dari perspektif masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peresean memiliki nilai-nilai luhur seperti keberanian, sportivitas, dan persaudaraan, meskipun mengandung unsur kekerasan. Perubahan zaman telah mempengaruhi praktik Peresean, dari ritual memanggil hujan menjadi pertunjukan komersial. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman makna dan filosofi Peresean untuk pelestariannya.
Copyrights © 2025