Penelitian ini merespons fenomena abrasi nilai dalam kemitraan wali santri-pesantren di era kontemporer yang ditandai menurunnya keterlibatan orang tua. Mengangkat pemikiran Syekh Al-Jarnuzi tentang pendidikan integratif sebagai solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan memperkuat landasan teoritis strategis kemitraan berbasis warisan intelektual Islam klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, data primer diambil dari karya Al-Jarnuzi dan data sekunder dari literatur tentang pesantren. Analisis dilakukan melalui: (1) identifikasi pemikiran, (2) interpretasi kontekstual, (3) sintesis dengan manajemen strategis, dan (4) verifikasi melalui triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan empat strategi utama kemitraan, yaitu peningkatan komunikasi digital/tatap muka; pembagian peran jelas (orangtua-nilai keluarga, pesantren-akademik); program keterlibatan orang tua (terbatas dana dan waktu); dan pendidikan holistik yang berpotensi membebani. Manfaat penelitian secara teoritis memperkaya literatur manajemen pendidikan Islam melalui integrasi pemikiran klasik-modern. Secara praktis, strategi utama kemitraan ini dapat diadopsi pesantren dengan penyesuaian. Keterbatasan meliputi: (1) temuan berbasis teks belum diuji empiris, (2) analisis terbatas pada peran digital, dan (3) faktor ekonomi-budaya lokal yang belum terakomodasi penuh. Direkomendasikan penelitian lanjutan untuk uji lapangan dan pengembangan model adaptif teknologi.
Copyrights © 2025