Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana employee advocacy, work-life balance, dan iklim organisasi memengaruhi komitmen kerja karyawan generasi Z yang bekerja di sektor swasta maupun pemerintahan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan mendalam terhadap 30 informan yang merupakan karyawan generasi Z dan telah bekerja minimal satu tahun di organisasi mereka saat ini. Proses analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik, sementara uji validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keakuratan dan konsistensi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki dampak positif terhadap komitmen kerja. Employee advocacy mendorong rasa memiliki dan kebanggaan terhadap organisasi, work-life balance berkontribusi pada kepuasan kerja dan mencegah kelelahan mental (burnout), sedangkan iklim organisasi yang mendukung mampu meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran manajemen dalam membangun lingkungan kerja yang memberdayakan, seimbang, dan suportif, agar generasi Z merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal. Penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih adaptif dan selaras dengan kebutuhan serta karakteristik generasi tenaga kerja muda saat ini.
Copyrights © 2025