Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Traditional Craft Incubation Class berbasis pengolahan bahan bekas tekstil anyam sebagai upaya hilirisasi produk kerajinan lokal dan pemberdayaan ekonomi komunitas di Kabupaten Pacitan. Pengembangan model ini dilatarbelakangi oleh potensi limbah tekstil rumah tangga dan industri kecil yang belum terkelola optimal, serta rendahnya akses masyarakat terhadap pelatihan kewirausahaan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, namun hanya dilaksanakan hingga tahap Design (perancangan). Pada tahap Analysis, dilakukan identifikasi kebutuhan komunitas, karakteristik bahan bekas tekstil, serta potensi desain produk kerajinan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku industri kreatif lokal. Tahap Design mencakup perancangan struktur kelas inkubasi yang melibatkan materi pelatihan berbasis praktik, modul desain produk anyaman, serta strategi hilirisasi hasil karya menjadi produk bernilai jual. Hasil desain mencerminkan sinergi antara pendekatan kearifan lokal dan prinsip kewirausahaan sosial yang adaptif. Temuan awal menunjukkan bahwa integrasi pelatihan berbasis praktik dengan pengolahan limbah tekstil memberikan ruang bagi peningkatan kreativitas, kesadaran lingkungan, serta potensi peningkatan pendapatan masyarakat. Model ini juga dinilai relevan untuk diimplementasikan di daerah lain dengan karakteristik serupa. Penelitian ini merekomendasikan uji implementasi dan evaluasi lebih lanjut untuk mengukur efektivitas model dalam konteks pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025