Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit akibat radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik salah satunya lotion yang dapat menangkal radikal bebas. Daun sukun ( Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan lotion ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, dan uji stabilitas dengan metode Cycling Test , yang menunjukkan bahwa formula ketiga stabil secara karakteristik fisik. Nilai IC 50 pada F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm, formula ketiga memiliki kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey , terdapat perbedaan signifikan antar rumus terhadap nilai IC 50 dengan nilai p-value <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata Kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, lotion evaluasi, Radikal bebas Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit, produk kosmetik seperti losion dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun sukun (Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan losion berbahan ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian ini adalah sediaan losion ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi syarat uji evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, jenis emulsi, dan uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test yang menunjukkan bahwa ketiga formula stabil secara fisik. Nilai IC 50 untuk F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm. Ketiga formulasi tersebut dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey terdapat perbedaan yang signifikan antar formula pada nilai IC 50 dengan p-value < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, evaluasi losion, radikal bebas
Copyrights © 2025