Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang kurang memadai. Salah satu metode efektif dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti adalah penggunaan ovitrap sebagai alat deteksi dini keberadaan telur nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemakaian ovitrap terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi masyarakat dalam upaya pengendalian jentik nyamuk. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berupa pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 50 kepala keluarga diambil secara purposive sampling dari wilayah endemis DBD. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan motivasi serta lembar observasi penggunaan ovitrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pengetahuan (p = 0.001) dan motivasi (p = 0.003) setelah dilakukan intervensi penggunaan ovitrap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ovitrap tidak hanya efektif sebagai alat deteksi, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengendalian vektor DBD. Diperlukan integrasi metode ini dalam program pemberdayaan masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025