Implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat miskin. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan, mengurangi beban biaya pengobatan, dan memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari status sosial ekonomi, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Meskipun JKN telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, masih ada sejumlah hambatan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dalam memanfaatkan layanan tersebut. Hambatan ini meliputi faktor geografis seperti jarak dan lokasi fasilitas kesehatan, faktor sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pendapatan, pendidikan, serta keterbatasan informasi mengenai prosedur klaim JKN. Selain itu, meskipun biaya pelayanan menjadi lebih terjangkau, kualitas layanan di beberapa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan JKN masih belum memadai, seperti waktu tunggu yang lama dan kekurangan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan melalui JKN dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun JKN telah memberikan kontribusi positif terhadap akses layanan kesehatan, perbaikan dalam hal distribusi fasilitas, kualitas layanan, dan peningkatan penyuluhan kepada masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas program ini.
Copyrights © 2024